Orang Meninggal Terima Pupuk Bersubsidi, Pemerintah Rugi 30 Miliar, Kok Bisa?
Kasus pupuk bersubsidi di wilayah distribusi Mauk dan Kronjo Kabupaten Tangerang, Pemerintah rugi capai Rp 30M / Foto: Laman Humas Polri

Orang Meninggal Terima Pupuk Bersubsidi, Pemerintah Rugi 30 Miliar, Kok Bisa?

BERITADUNIA.ID – Dikabarkan pemerintah rugi Rp 30 Miliar terkait kasus pupuk bersubsidi di wilayah distribusi Mauk dan Kronjo Kabupaten Tangerang.

Dikutip dari laman Humas Polri terkait penyalahgunaan pupuk bersubsidi, “Alokasi pupuk tidak tepat sasaran, merugikan petani yang seharusnya menerima dan merugikan negara mencapai Rp 30 Miliar,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan dalam keterangannya, Senin (31/1/2022).

Kasus penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan alokasi pupuk tidak tepat sasaran tersebut, terbongkar lantaran peran aktif masyarakat yang melaporkan kepada yang berwajib.

“Kasus tersebut terbongkar setelah mendapat informasi dari masyarakat pada Minggu (30/1/2022). Polisi kemudian menyelidiki tindak pidana yang diduga dilakukan pemilik Kios Pupuk Lengkap (KPL), AEF dan MD.” Penjelasan Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan.

Baca Juga:  Warga Semarang, Ayo Daftar Lowongan Kerja di BUMN PT Waskita Karya Persero Tbk Periode Maret 2022

Pada laman Humas Polri tersebut, Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan juga menuturkan, bahwa modus operasi para pelaku berbekal sistem elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (eRDKK) terdapat daftar penerima fiktif, bukan petani. Bahkan, terdapat penerima yang sudah meninggal dunia.

Share