Berita ViralPolitik

Ratusan Warga Irak Bakar Bendera AS dan Poster Trump, Tolak Campur Tangan Washington

beritadunia.idBaghdad — Ratusan warga Irak menggelar aksi protes di sekitar Green Zone, kawasan yang menjadi lokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat dan kantor pemerintahan di Baghdad. Para demonstran membakar bendera AS dan poster Presiden Donald Trump sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang mereka sebut sebagai campur tangan Washington dalam proses pembentukan pemerintahan baru di Irak. Aksi ini terjadi setelah Presiden Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat bisa menghentikan semua dukungan terhadap Irak jika tokoh politik tertentu menduduki posisi puncak pemerintahan.

Ancaman Trump Memicu Kemarahan Publik

Pemicu protes ini berasal dari pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa AS dapat menarik dukungan sepenuhnya jika Nouri al-Maliki kembali menjadi Perdana Menteri. Trump menilai al-Maliki sebagai figur yang bermasalah dan berpotensi mengganggu kerjasama strategis kedua negara.

Kondisi tersebut memicu kemarahan warga Irak yang menilai ancaman Washington sebagai bentuk intervensi terhadap urusan domestik negara mereka. Demonstran menuduh Amerika mencoba memengaruhi proses politik Irak dan mengabaikan prinsip kedaulatan nasional.

Desakan Tegakkan Kedaulatan Politik

Para peserta aksi menegaskan bahwa kedaulatan Irak tidak untuk dijual atau dipengaruhi oleh kekuatan asing. Mereka menuntut agar proses pembentukan pemerintahan berlangsung secara independen, tanpa tekanan dari negara lain, termasuk Amerika Serikat.

Seorang peserta menyatakan bahwa Irak telah menempuh perjuangan panjang untuk mencapai stabilitas pascakonflik. Setiap intervensi asing, menurut mereka, justru memperburuk kondisi sosial-politik. Tokoh politik lokal juga mengecam retorika Trump, menyebut ancaman tersebut melanggar diplomasi internasional dan kedaulatan negara.

Green Zone Jadi Titik Fokus Aksi

Green Zone, dengan keamanan berlapis di pusat Baghdad, menjadi pusat protes karena simboliknya sebagai pusat hubungan politik antara Irak dan negara asing, termasuk AS. Akses menuju kedutaan dijaga ketat, namun para demonstran tetap berkumpul di lokasi yang relatif dekat, meneriakkan tuntutan dan membakar simbol bendera AS sebagai bentuk penolakan ekstrem terhadap tekanan asing.

Polisi dan pasukan keamanan hadir untuk menjaga ketertiban. Meski sempat terjadi ketegangan ringan ketika massa mencoba mendekati jalur utama, tidak ada laporan korban dalam insiden tersebut.

Dampak Politik dan Hubungan Bilateral

Aksi bakar bendera mencerminkan turunnya kepercayaan publik Irak terhadap AS di tengah proses pembentukan pemerintahan baru. Analis menilai protes ini menunjukkan tekanan serius dalam hubungan Baghdad-Washington, terutama terkait isu kedaulatan nasional dan kebijakan luar negeri.

Fenomena ini menyoroti friksi antara aspirasi rakyat Irak dan kebijakan luar negeri AS, menambah dimensi baru dalam hubungan bilateral yang kompleks sejak awal 2000-an.

Reaksi Internasional

Beberapa negara dan pengamat internasional mengamati ketegangan ini dengan cermat, menyerukan dialog dan diplomasi untuk meredakan situasi. Diplomat regional menekankan pentingnya menghormati proses politik Irak dan mendukung solusi damai yang mengutamakan stabilitas serta kedaulatan nasional.

Beberapa pejabat juga menilai bahwa Washington perlu meninjau ulang retorikanya, karena langkah semacam itu dapat memicu sentimen anti-Amerika yang lebih kuat di kawasan.

Prospek Hubungan AS-Irak

Aksi bakar bendera dan poster Trump menandai titik kritis hubungan AS-Irak. Pemerintah Irak menghadapi tantangan ganda: menyeimbangkan kerjasama strategis dengan AS sekaligus merespons tuntutan rakyat untuk menjaga kedaulatan tanpa tekanan luar.

Washington pun perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari pendekatan langsung, di tengah kritikan keras dari publik dan kelompok politik Irak.

Kesimpulan

Protes besar di Baghdad yang membakar bendera AS dan poster Trump menunjukkan ketegangan hubungan bilateral yang meningkat. Demonstrasi ini menjadi cermin ketegangan antara intervensi politik asing dan aspirasi kedaulatan nasional Irak. Diplomasi kedua pihak ke depan akan menentukan arah stabilitas politik di kawasan serta hubungan internasional Irak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *