ArtisBerita ViralBlog

Tinggalkan Ressa, Denada : Itu Kebodohan dan Kekhilafan Saya, Maafkan Saya

Beritadunia.id — Akhirnya publik mendapat klarifikasi mengenai hubungan antara penyanyi dan entertainer Denada Tambunan dengan pria bernama Ressa Rizky Rossano, setelah puluhan tahun kisah ini menjadi tanda tanya besar di masyarakat. Melalui pengakuan terbuka dalam unggahan media sosialnya, Denada menyatakan bahwa Ressa adalah anak kandungnya, lengkap dengan permintaan maaf dari lubuk hati terdalam atas keputusan masa lalunya.

Pernyataan tersebut disampaikan Denada melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin, 2 Februari 2026. Dalam video itu, Denada secara tegas menyatakan pengakuannya dan menyampaikan penyesalan atas keputusan yang diambil belasan tahun lalu.


Pengakuan Resmi: Ressa adalah Anak Kandung Denada

Dalam unggahannya, Denada membuka fakta yang selama ini menjadi perbincangan tentang identitas Ressa, yang kini sudah berusia 24 tahun. Ia menyatakan bahwa sejak bayi, Ressa memang merupakan darah dagingnya, sekalipun mereka tidak hidup bersama sejak lahir.

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandung saya. Dan saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena ia tidak hidup bersama saya dari awal, sejak dia masih bayi,” ujar Denada penuh emosional dalam video tersebut.

Pernyataan ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang dan kabar miring yang sempat merebak di publik seputar hubungan mereka berdua, yang sebelumnya menjadi misteri selama lebih dari dua dekade.


Alasan dan Penyesalan Denada

Dalam video klarifikasi itu pula, Denada menjelaskan bahwa keputusan untuk berpisah dengan Ressa bukanlah karena alasan sepele, melainkan situasi psikologis yang belum stabil pada masa itu. Ia menyampaikan bahwa ketika Ressa lahir, ia merasa psikisnya tidak layak untuk menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ibu.

Denada mengatakan bahwa pada saat itu ia berada dalam kondisi mental yang sangat terguncang dan merasa tidak mampu untuk mendampingi buah hatinya secara fisik dan emosional. “Saat itu, kondisi psikis saya sedang tidak layak,” katanya.

Faktor ini kemudian ia sebut sebagai keputusan yang berujung pada dampak besar dalam hidup Ressa, sebuah keputusan yang kini ia akui sebagai kesalahan besar dalam hidupnya sendiri.


Pernyataan “Kebodohan dan Kekhilafan”

Salah satu bagian yang paling menyentuh dari pernyataan Denada adalah ungkapannya tentang bagaimana ia melihat kesalahan di masa lalu itu sekarang, setelah bertahun-tahun lamanya. Denada menyebut tindakan tersebut sebagai sebuah kebodohan dan kekhilafan yang sangat ia sesali.

“Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya, dan saya minta maaf,” ujar Denada dalam video permintaan maafnya dengan suara yang bergetar dan penuh penyesalan.

Pernyataan ini kemudian menjadi inti dari seluruh klarifikasi yang dibagikan Denada kepada publik, menunjukkan tingkat keseriusan dan kedalaman emosionalnya dalam menghadapi persoalan pribadi yang sudah lama tersimpan.


Harapan Denada untuk Dimaafkan Ressa

Selain mengakui secara resmi bahwa Ressa memang anak kandungnya, Denada juga menyampaikan harapannya agar Ressa mau memaafkan dan menerima dirinya kembali sebagai ibu, meski jarak waktu dan pengalaman hidup antara mereka begitu panjang.

“Saat ini, saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap semoga Ressa mau memaafkan saya dan menerima saya sebagai ibu dengan segala kekurangan saya,” ucapnya. Denada juga menambahkan bahwa ia sadar masih perlu banyak belajar agar bisa menjadi sosok ibu yang layak bagi Ressa.

Ungkapan ini menunjukkan niat Denada untuk memperbaiki hubungan yang telah retak selama bertahun-tahun dan membuka peluang rekonsiliasi yang tulus antara ibu dan anak.


Permohonan Maaf kepada Keluarga dan Sosial Media

Selain permintaan maaf kepada Ressa, Denada juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga lain, termasuk kepada mendiang ibunya, Emilia Contessa, serta kepada adik-adiknya yang mungkin merasakan dampak dari keputusan masa lalunya tersebut.

“Saya juga minta maaf kepada almarhumah Mama, dan saya juga minta maaf kepada semua adik-adik saya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan kekhilafan saya,” tutur Denada, mengakhiri pernyataannya.

Permintaan maaf ini disampaikan dalam suasana yang penuh emosional, mencerminkan keseriusan Denada dalam menyampaikan pembelaan sekaligus introspeksi atas perjalanan hidupnya selama lebih dari dua dekade.


Reaksi Publik dan Dugaan Latar Belakang Hukum

Klarifikasi Denada ini turut memicu respons dari publik, termasuk dari pihak Ressa sendiri. Beberapa laporan menyebut bahwa selain meminta maaf, Ressa juga memohon kepada netizen agar tidak memboikot sang ibu, meskipun cerita mereka sempat memantik reaksi keras warganet.

Ressa bahkan meminta agar publik tidak memboikot Denada, sembari menegaskan bahwa ibunya tidaklah salah dalam pandangannya, meskipun keputusan waktu lalu sangat memilukan.

Sementara itu, secara hukum, Ressa sempat mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Banyuwangi terkait dugaan penelantaran anak terhadap Denada, yang kini masih berjalan dalam proses hukum.


Makna Pengakuan Terbuka bagi Industri Hiburan Indonesia

Kasus Denada dan Ressa bukan hanya menjadi peristiwa pribadi yang sensitif, tetapi juga mencerminkan dinamika kompleks antara kehidupan pribadi selebritas dan ekspektasi publik di era digital saat ini. Ketika cerita ini mencuat dan menarik perhatian besar masyarakat dan media, publik juga menyaksikan bagaimana media sosial menjadi arena bagi selebritas untuk menyampaikan klarifikasi dan pengakuan langsung kepada masyarakat luas.

Adanya pernyataan terbuka ini juga menunjukkan kepada publik bahwa tragedi personal yang dialami seorang figur publik dapat menjadi cermin bagi banyak orang tentang konsekuensi keputusan hidup dan perjalanan panjang menuju penebusan.


Kesimpulan

Denada Tambunan akhirnya mengakui secara resmi bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya setelah puluhan tahun disembunyikan, yang kemudian disusul dengan pernyataan permintaan maaf yang tulus. Ia menyatakan bahwa keputusan waktu lalu merupakan kesalahan besar dalam hidupnya — sebuah kombinasi dari kebodohan dan kekhilafan — yang kini ia hadapi secara terbuka.

Permintaan maaf itu bukan hanya ditujukan kepada Ressa sendiri, tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat luas, sambil berharap agar Ressa bersedia memaafkan dan menerima dirinya sebagai ibu dengan segala kekurangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *