Berita ViralBlogMancanegara

Penembakan di Kampus Rusia: Satu Petugas Keamanan Tewas dan Tiga Orang Luka

beritadunia.id – Anapa, Rusia – Sebuah penembakan terjadi di sebuah perguruan tinggi teknik di selatan Rusia pada 11 Februari 2026. Seorang petugas keamanan tewas dan tiga orang mengalami luka-luka. Pelaku yang menembak telah ditangkap dan kini dalam pemeriksaan pihak berwenang.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran besar di dalam negeri dan menarik perhatian media internasional. Pada laporan awal, polisi mengonfirmasi bahwa pelaku adalah seorang mahasiswa yang membuka tembakan di dalam gedung segera setelah tiba di lokasi.


Kronologi Kejadian

Sekitar siang hari waktu setempat, pelaku memasuki gedung kampus dan langsung menembakkan senjata di area foyer. Tembakan pertama mengenai petugas keamanan yang sedang bertugas di pintu masuk.

Petugas itu mencoba menghadang pelaku, kemudian memberi peringatan kepada orang lain di sekitar area. Tidak lama setelah itu, petugas itu jatuh karena luka tembak yang dideritanya.

Beberapa mahasiswa serta staf segera berlindung atau melarikan diri. Dalam kekacauan itu, tiga orang lain terkena tembakan dan luka-luka. Dua di antara mereka mengalami cedera sedang dan satu lainnya luka ringan yang langsung mendapat perawatan medis.

Petugas keamanan dari luar kampus dan polisi tiba cepat di tempat kejadian setelah panggilan darurat. Mereka langsung mengepung area dan berhasil menahan pelaku tanpa tembakan balasan.


Identitas Pelaku dan Motif

Penyidik kemudian mengidentifikasi pelaku sebagai mahasiswa berusia 17 tahun yang sedang menempuh pendidikan di kampus teknik itu. Informasi awal menunjukkan ia datang sendiri dan membawa senjata berupa shotgun.

Motivasi pelaku masih dalam penyelidikan. Beberapa sumber media internasional melaporkan bahwa pelaku memiliki ketidakpuasan pribadi terkait ijazah yang belum ia terima. Ia dilaporkan telah membayar sejumlah uang kepada seseorang agar bisa mendapatkan diploma lebih awal, namun kemudian merasa ditipu. Hal ini memicu frustrasi dan akhirnya memicu aksi tembakan.

Informasi ini masih dalam tahap verifikasi resmi oleh otoritas Rusia. Polisi dan penyidik juga memeriksa rekam jejak pelaku, termasuk aktivitas media sosial yang mungkin menunjukkan tanda-tanda peringatan sebelum serangan.


Korban: Kondisi dan Penanganan

Korban tewas adalah petugas keamanan kampus berusia sekitar 55 tahun. Ia ditembak ketika mencoba menghentikan pelaku agar tidak melukai lebih banyak orang. Banyak pihak menyebut aksinya sebagai tindakan heroik.

Tiga korban luka kemudian dibawa ke rumah sakit setempat. Dua mengalami cedera sedang, dan satu mengalami luka ringan. Tim medis melaporkan mereka kini dalam kondisi stabil dan menerima perawatan lanjutan.

Pihak rumah sakit juga memastikan bahwa tidak ada korban yang dalam kondisi kritis saat laporan terakhir dibuat. Perawatan intensif terus dilakukan untuk meminimalisir komplikasi akibat luka tembakan.


Respons Pemerintah dan Penegak Hukum

Gubernur wilayah Krasnodar, Veniamin Kondratyev, segera mengeluarkan pernyataan resmi. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga petugas keamanan yang tewas dan kepada korban luka-luka.

Kondratyev menegaskan bahwa aksi petugas keamanan sempat memperlambat pelaku. Hal ini kemungkinan besar mencegah korban lebih besar. Ia menggambarkan aksi penembakan itu sebagai “kejahatan mengerikan”.

Polisi setempat dan badan investigasi telah membuka kasus pidana serius atas insiden ini. Mereka menyita bukti, memeriksa tempat kejadian, dan mengumpulkan kesaksian saksi untuk memperkuat penyelidikan.

Otoritas setempat juga meningkatkan patroli keamanan di sekolah, universitas, dan institusi pendidikan lain. Mereka ingin mencegah kejadian sejenis dan menenangkan publik serta keluarga mahasiswa yang masih takut kembali ke kampus.


Konteks Kekerasan di Institusi Pendidikan Rusia

Rusia selama beberapa bulan terakhir mencatat beberapa insiden kekerasan di sekolah dan universitas. Kasus penikaman dan serangan lainnya telah terjadi di beberapa wilayah. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai keamanan di lingkungan pendidikan tinggi dan menengah.

Media pemerintah Rusia bahkan melaporkan bahwa pejabat tinggi keamanan nasional sempat memperingatkan bahwa kekerasan bisa meningkat jika tindakan preventif tidak diperkuat lebih cepat. Mereka menyerukan langkah yang lebih proaktif di sekolah dan kampus di seluruh negeri.


Respons Komunitas dan Reaksi Publik

Keluarga korban luka-luka dan teman-teman mahasiswa mengungkapkan dukungan mereka kepada mereka yang terkena dampak. Banyak yang merasa trauma dan kecewa atas kejadian ini, tetapi sebagian juga menyampaikan terima kasih kepada petugas keamanan yang mencoba menghentikan pelaku.

Beberapa mahasiswa mengatakan mereka akan terus mencari keamanan lebih ketat di kampus dan berharap pihak kampus serta pemerintah bisa berkolaborasi untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.


Poin Penting Kronologis

  1. Pelaku student berbentuk remaja 17 tahun tiba di kampus teknis di Anapa.
  2. Ia menembakkan hingga banyak tembakan ke area foyer.
  3. Petugas keamanan mencoba menghentikan serangan dan menghubungi polisi.
  4. Petugas itu tewas akibat luka tembaknya.
  5. Tiga korban lainnya luka-luka dan dibawa ke rumah sakit.
  6. Pelaku ditangkap di tempat kejadian dan kini ditahan.

Kesimpulan

Insiden penembakan di kampus teknik Rusia pada 11 Februari 2026 menunjukkan bagaimana kekerasan mendadak bisa mengguncang lingkungan pendidikan. Aksi petugas keamanan yang tewas dalam usaha menghentikan pelaku dinilai sebagai tindakan yang menyelamatkan banyak nyawa.

Penyelidikan masih berlangsung, termasuk motif yang mungkin berkaitan dengan masalah pribadi pelaku. Pemerintah setempat menegaskan bahwa mereka akan memperketat pengawasan dan meningkatkan langkah pencegahan di seluruh sekolah dan kampus di Rusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *