Berita ViralBisnisMancanegaraOlahragaPolitik

Leon Cooperman Tambah Kepemilikan Saham Manchester United, Kini Kuasai 5,2 Persen Saham Kelas A

beritadunia.id – Investor kawakan asal Amerika Serikat, Leon Cooperman, kembali meningkatkan investasinya di klub raksasa Liga Inggris, Manchester United. Miliarder berusia 82 tahun tersebut kini menguasai sekitar 5,2 persen saham Kelas A klub yang bermarkas di Old Trafford itu.

Langkah terbaru ini mempertegas posisi Cooperman sebagai salah satu investor individu terbesar di Manchester United. Berdasarkan laporan yang dikutip dari media internasional, nilai kepemilikan sahamnya ditaksir melebihi USD 50 juta atau setara sekitar Rp 844 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.890 per dolar AS.

Tambahan 900.000 Saham Sejak 2023

Cooperman mulai menambah kepemilikannya pada musim gugur 2023, saat isu perubahan struktur kepemilikan Manchester United menjadi sorotan global. Pada periode tersebut, ia membeli sekitar 900.000 lembar saham tambahan.

Kini total kepemilikannya telah melampaui 2,9 juta lembar saham Kelas A. Meski jumlah tersebut signifikan untuk ukuran investor individu, Cooperman tidak menunjukkan ambisi untuk mengambil alih kendali klub. Ia memposisikan investasi ini sebagai langkah finansial, bukan manuver strategis untuk masuk ke lingkaran pengendali utama.

Saham terbaru yang ia akuisisi tidak berasal dari keluarga Glazer maupun dari kubu INEOS milik Jim Ratcliffe. Cooperman membeli saham tersebut dari perusahaan investasi asal Inggris, Lindsell Train, yang mengurangi eksposurnya terhadap Manchester United.

Struktur Kepemilikan dan Hak Suara

Manchester United memiliki dua kelas saham, yaitu Kelas A dan Kelas B. Saham Kelas A diperdagangkan secara publik di New York Stock Exchange dengan kode MANU. Sementara itu, saham Kelas B memberikan hak suara lebih besar, yakni 10 suara per lembar saham.

Keluarga Glazer memegang mayoritas saham Kelas B. Struktur ini memberi mereka kontrol dominan atas arah kebijakan klub meski tidak selalu memegang porsi terbesar dari total saham ekonomi.

Per 18 Desember 2024, keluarga Glazer menguasai 67,9 persen hak suara di Manchester United Plc. Sementara itu, INEOS Limited—yang dimiliki oleh Jim Ratcliffe bersama mitranya—memegang 28,9 persen hak suara.

Dari total saham beredar (gabungan Kelas A dan Kelas B), keluarga Glazer memiliki sekitar 48,9 persen saham, sedangkan INEOS menguasai 28,9 persen. Kepemilikan Cooperman berada di bawah ambang pengendali, namun tetap memberi eksposur finansial yang signifikan terhadap kinerja klub.

Investasi Ratcliffe dan Transformasi Klub

Jim Ratcliffe sebelumnya membayar sekitar 1,3 miliar poundsterling untuk mengakuisisi 25 persen kepemilikan Manchester United dengan harga sekitar USD 33 per saham. Ia kemudian meningkatkan porsinya menjadi 27,7 persen setelah menyuntikkan tambahan 300 juta poundsterling untuk pengembangan infrastruktur klub.

Sebagian dana tersebut dialokasikan untuk renovasi pusat latihan Carrington dengan nilai proyek sekitar 50 juta poundsterling. Ratcliffe berupaya memperbaiki fondasi operasional klub, baik dari sisi fasilitas maupun manajemen sepak bola.

Langkah investasi Ratcliffe ini bertujuan memperkuat daya saing Manchester United di level domestik dan Eropa. Namun, performa tim dalam beberapa musim terakhir masih menghadapi tekanan.

Performa Klub dan Respons Pasar

Manchester United mengalami musim yang berat dalam kompetisi domestik maupun Eropa. Klub tersebut sempat terpuruk di papan bawah klasemen Liga Inggris dan gagal meraih trofi di sejumlah ajang penting.

Dalam final Liga Europa 2024/2025, United kalah dari Tottenham Hotspur dengan skor tipis 0-1. Kekalahan tersebut mempertegas tantangan besar yang dihadapi manajemen untuk membangun kembali konsistensi tim.

Meski performa di lapangan kurang stabil, saham Manchester United menunjukkan dinamika menarik di pasar modal. Pada 21 Mei 2025, saham MANU sempat ditutup naik 1,47 persen ke level USD 14,54 di New York Stock Exchange, meski kemudian terkoreksi setelah jam perdagangan berakhir.

Pergerakan saham tersebut mencerminkan sentimen investor yang tidak semata-mata bergantung pada hasil pertandingan, tetapi juga pada potensi restrukturisasi manajemen dan prospek jangka panjang klub.

Posisi Cooperman di Antara Para Pemegang Saham

Leon Cooperman dikenal sebagai pendiri Omega Advisors dan memiliki rekam jejak panjang di dunia investasi. Ia kerap memilih saham dengan fundamental kuat serta potensi pertumbuhan jangka panjang.

Investasinya di Manchester United memperlihatkan keyakinan terhadap nilai merek global klub tersebut. Manchester United tetap menjadi salah satu brand olahraga paling dikenal di dunia dengan basis penggemar luas dan potensi komersial besar.

Meski tidak memiliki hak suara dominan, Cooperman tetap memperoleh manfaat dari potensi kenaikan valuasi saham serta dividen apabila perusahaan membagikannya. Dengan kapitalisasi pasar yang dipengaruhi oleh performa finansial dan prospek komersial, saham Manchester United tetap menarik bagi investor institusional maupun individu.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Manchester United menghadapi fase transisi penting. Manajemen harus memperbaiki performa tim di lapangan sekaligus menjaga stabilitas finansial. Investasi besar dari Ratcliffe menunjukkan arah baru dalam pengelolaan klub.

Di sisi lain, investor seperti Cooperman menilai potensi jangka panjang Manchester United tetap kuat. Klub memiliki sejarah panjang, basis penggemar global, serta pendapatan komersial dari sponsor dan hak siar.

Namun, manajemen harus memastikan bahwa strategi olahraga dan bisnis berjalan selaras. Tanpa perbaikan performa kompetitif, nilai saham dapat tertekan oleh sentimen negatif pasar.

Kesimpulan

Leon Cooperman kini menguasai 5,2 persen saham Kelas A Manchester United setelah menambah kepemilikannya secara bertahap sejak 2023. Nilai investasinya diperkirakan melebihi USD 50 juta. Meski tidak berniat mengambil alih klub, Cooperman memperkuat posisinya sebagai salah satu investor individu terbesar di Old Trafford.

Struktur kepemilikan Manchester United masih didominasi keluarga Glazer dan INEOS milik Jim Ratcliffe. Di tengah tantangan performa tim, dinamika saham klub tetap menarik perhatian pasar.

Investasi Cooperman menunjukkan bahwa Manchester United tetap memiliki daya tarik finansial kuat, bahkan ketika performa di lapangan belum sepenuhnya konsisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *