Swedia Beri Imigran Rp 644 Juta agar Pergi, Tak Lagi Sambut Pendatang
Beritadunia.id – Swedia Beri Imigran Rp 644 Juta untuk Pulang, Kebijakan Migrasi Makin Ketat
STOCKHOLM – Pemerintah Swedia meningkatkan nilai bantuan keuangan bagi imigran tertentu yang secara sukarela memilih meninggalkan negara tersebut dan kembali ke negara asal. Mulai 1 Januari 2026, bantuan repatriasi sukarela dapat mencapai 350.000 krona Swedia atau sekitar Rp644 juta untuk setiap orang dewasa.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari perubahan pendekatan pemerintah Swedia terhadap persoalan migrasi dan integrasi. Program yang sebelumnya memberikan bantuan dengan nilai jauh lebih rendah kini diperbesar agar semakin menarik bagi warga yang memiliki izin tinggal dan ingin membangun kehidupan kembali di negara asal atau negara lain yang berhak menjadi tempat tinggal mereka.
Namun, bantuan tersebut bukan berarti pemerintah Swedia memberikan uang kepada seluruh imigran agar meninggalkan negara itu. Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi dan program tersebut ditujukan terutama kepada orang yang memiliki izin tinggal di Swedia berdasarkan kebutuhan perlindungan dan memilih pulang secara sukarela.
Nilai Bantuan Naik Signifikan
Swedish Migration Agency atau Migrationsverket menjelaskan, mulai 1 Januari 2026, besaran bantuan repatriasi mengalami peningkatan.
Orang dewasa berusia 18 tahun ke atas dapat memperoleh maksimal 350.000 krona. Sementara itu, anak-anak di bawah 18 tahun dapat memperoleh 25.000 krona.
Untuk pasangan yang menikah atau hidup bersama, total bantuan dibatasi maksimal 500.000 krona. Adapun batas tertinggi untuk satu rumah tangga mencapai 600.000 krona.
Jika dikonversikan ke rupiah, nilai 350.000 krona berada di kisaran Rp644 juta berdasarkan nilai tukar yang digunakan dalam pemberitaan. Nilai rupiah dapat berubah mengikuti pergerakan kurs, sehingga angka tersebut merupakan perkiraan, bukan nilai tetap dalam mata uang Indonesia.
Pemerintah Swedia menyebut kenaikan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat insentif bagi orang yang memang ingin kembali ke negara asalnya. Bantuan dapat digunakan untuk membantu biaya perjalanan sekaligus mendukung proses memulai kehidupan baru setelah meninggalkan Swedia.
Bukan Program Pengusiran Paksa
Hal penting dalam kebijakan ini adalah sifatnya yang sukarela. Pemerintah tidak secara otomatis memulangkan seluruh penerima izin tinggal.
Migrationsverket mendefinisikan voluntary repatriation sebagai keputusan seseorang yang telah memperoleh perlindungan di Swedia untuk meninggalkan negara tersebut secara sukarela. Tujuannya dapat berupa kembali ke negara asal atau pindah ke negara lain yang memang memberikan hak tinggal kepada orang tersebut.
Artinya, bantuan tersebut berbeda dari kebijakan deportasi atau pengusiran. Orang yang memanfaatkan program harus memilih untuk meninggalkan Swedia dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
Bantuan juga tidak dapat digunakan untuk menetap di negara Uni Eropa, negara EEA tertentu, maupun Swiss. Pemerintah Swedia menetapkan pembatasan tersebut dalam aturan mengenai bantuan repatriasi.
Dengan mekanisme itu, program diarahkan kepada orang yang benar-benar ingin kembali ke negara asal atau menuju negara lain yang secara hukum memberikan hak tinggal.
Pembayaran Tidak Langsung Sekaligus
Penerima bantuan juga tidak langsung memperoleh seluruh uang dalam satu kali pembayaran.
Menurut Migrationsverket, pembayaran dilakukan secara bertahap. Bagian pertama diberikan ketika keputusan bantuan telah dibuat dan penerima masih berada di Swedia. Setelah penerima benar-benar meninggalkan Swedia dan tiba di negara tujuan, pembayaran berikutnya dapat diminta.
Pembayaran terakhir diberikan setelah penerima berada di luar Swedia selama periode tertentu dan izin tinggal sebelumnya telah berakhir atau dicabut. Migrationsverket menyebut tahap terakhir dapat diminta setelah 15 bulan sejak keberangkatan, dengan syarat yang ditentukan telah terpenuhi.
Sistem bertahap tersebut dibuat untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan sesuai tujuan program. Pemerintah juga berusaha mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan atau pencairan bantuan secara tidak semestinya.
Siapa yang Bisa Mendapatkan Bantuan?
Tidak semua orang yang tinggal di Swedia dapat mengajukan program tersebut.
Berdasarkan informasi Migrationsverket, bantuan terutama diperuntukkan bagi orang yang mempunyai izin tinggal di Swedia atas dasar kebutuhan perlindungan dan memenuhi persyaratan tertentu. Pemohon juga harus memiliki hak untuk tinggal di negara tujuan yang dipilih.
Ada pula sejumlah pengecualian. Warga negara Swedia tidak dapat memperoleh bantuan tersebut. Orang yang sebelumnya sudah menerima bantuan repatriasi juga tidak dapat mengajukannya kembali.
Program tersebut juga tidak berlaku untuk orang yang pindah ke negara Uni Eropa, EEA, atau Swiss. Selain itu, terdapat ketentuan berkaitan dengan utang tertentu, status hukum, serta kasus pidana yang dapat memengaruhi kelayakan seseorang menerima bantuan.
Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak dirancang sebagai program pembayaran umum kepada seluruh pendatang.
Bagian dari Perubahan Kebijakan Migrasi
Peningkatan bantuan repatriasi menjadi salah satu bagian dari perubahan kebijakan migrasi Swedia.
Pemerintah mengatakan peningkatan nilai bantuan diharapkan dapat memberikan pilihan tambahan kepada orang-orang yang merasa tidak berhasil beradaptasi atau tidak menemukan kehidupan yang diharapkan di Swedia. Menteri Kebijakan Migrasi dan Suaka Johan Forssell menyebut program tersebut sebagai kesempatan untuk memulai kembali kehidupan di negara asal.
Pemerintah juga memperkuat mekanisme pengawasan. Migrationsverket memperoleh akses terhadap informasi tertentu dari catatan kriminal dan daftar tersangka untuk membantu memeriksa apakah pemohon memenuhi persyaratan.
Langkah tersebut bertujuan mencegah penipuan, penyalahgunaan program, dan pembayaran kepada orang yang sebenarnya tidak memenuhi ketentuan.
Efektivitas Program Masih Menjadi Pertanyaan
Meski nilai bantuan dinaikkan secara drastis, efektivitas program masih menjadi perhatian.
Reuters melaporkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya jumlah orang yang memanfaatkan bantuan repatriasi relatif rendah. Bahkan setelah nilai bantuan dinaikkan pada 2026, jumlah penerima yang benar-benar memilih pulang masih terbatas dibandingkan jumlah populasi imigran yang menjadi sasaran kebijakan.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa faktor ekonomi bukan satu-satunya pertimbangan ketika seseorang memutuskan tinggal atau meninggalkan suatu negara.
Banyak imigran telah membangun kehidupan di Swedia, termasuk pekerjaan, pendidikan anak, hubungan keluarga, dan jaringan sosial. Karena itu, tawaran uang dalam jumlah besar belum tentu otomatis membuat mereka bersedia meninggalkan negara tersebut.
Program ini pada akhirnya akan menjadi ujian bagi pemerintah Swedia untuk melihat apakah insentif finansial mampu meningkatkan angka kepulangan sukarela secara signifikan.
Swedia Tak Lagi Seperti Era Penerimaan Migran Besar
Perubahan kebijakan tersebut juga mencerminkan pergeseran sikap Swedia terhadap migrasi.
Negara Nordik tersebut sebelumnya dikenal memiliki kebijakan penerimaan pengungsi yang relatif terbuka. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah bergerak ke arah kebijakan migrasi yang lebih ketat, termasuk memperkuat persyaratan integrasi dan kepulangan sukarela.
Pemerintah juga bekerja sama dengan Sweden Democrats dalam sejumlah agenda terkait migrasi. Partai tersebut selama ini dikenal memiliki sikap keras terhadap imigrasi dan mendukung kebijakan yang mendorong lebih banyak orang untuk kembali ke negara asal.
Dengan demikian, pemberian bantuan hingga sekitar Rp644 juta tidak berdiri sendiri. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari perubahan lebih luas dalam pendekatan Swedia terhadap imigrasi, integrasi, dan kepulangan.
Bagi pemerintah, program tersebut memberikan pilihan kepada imigran yang memang ingin meninggalkan Swedia secara sukarela. Namun, bagi pengamat dan kelompok yang kritis terhadap kebijakan tersebut, efektivitasnya masih perlu dilihat berdasarkan jumlah orang yang benar-benar menggunakan program.
Pada akhirnya, kebijakan baru ini menunjukkan bahwa Swedia sedang berusaha mencari keseimbangan antara pengelolaan migrasi, integrasi pendatang, serta pemberian pilihan bagi mereka yang ingin kembali ke negara asal. Besarnya insentif yang ditawarkan menjadi perhatian internasional, tetapi dampak jangka panjang program tersebut baru dapat dinilai setelah berjalan lebih lama.

