Berita ViralBlog

Israel Serang Satu-satunya Kampus Negeri Lebanon, Dekan-Profesor Tewas

Beritadunia.id โ€” Konflik bersenjata antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon kembali memanas setelah sebuah serangan udara dilaporkan menghantam kampus Lebanese University, satu-satunya universitas negeri di Lebanon. Serangan tersebut menewaskan seorang dekan fakultas dan seorang profesor yang berada di area kampus.

Insiden ini menambah panjang daftar korban dalam konflik yang terus meningkat di kawasan tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Pemerintah Lebanon pun mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.


Kampus Universitas Negeri Jadi Sasaran

Serangan drone dilaporkan menghantam Fakultas Sains Lebanese University yang terletak di kawasan Hadath, pinggiran selatan Beirut. Serangan terjadi ketika sejumlah staf akademik berada di area kampus.

Akibat serangan tersebut, Direktur Fakultas Sains Hussein Bazzi serta Profesor fisika Mortada Srour dilaporkan tewas di halaman kampus.

Keduanya merupakan akademisi senior yang dikenal aktif dalam dunia pendidikan dan penelitian di Lebanon. Kematian mereka mengejutkan komunitas akademik setempat dan memicu gelombang duka di kalangan mahasiswa serta dosen.

Serangan ini juga menjadi salah satu insiden pertama dalam konflik terbaru yang secara langsung mengenai fasilitas pendidikan tinggi di Lebanon.


Konflik Israelโ€“Hezbollah Semakin Memanas

Serangan terhadap kampus tersebut terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon. Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara di berbagai wilayah Lebanon, termasuk di ibu kota Beirut.

Eskalasi konflik dipicu oleh serangan roket besar-besaran yang diluncurkan oleh kelompok Hezbollah ke wilayah Israel. Israel kemudian membalas dengan operasi udara intensif yang menargetkan berbagai lokasi yang diduga terkait dengan kelompok tersebut.

Serangan ini menjadi bagian dari konflik yang lebih luas antara Israel, Hezbollah, dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.


Pemerintah Lebanon Mengecam Serangan

Presiden Lebanon mengecam keras serangan terhadap kampus universitas tersebut. Pemerintah menyebut pengeboman fasilitas pendidikan sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional dan norma kemanusiaan.

Menurut pernyataan resmi pemerintah Lebanon, menyerang institusi pendidikan sipil tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Kampus universitas dianggap sebagai ruang akademik yang seharusnya dilindungi dalam konflik bersenjata.

Pemerintah Lebanon juga menyerukan kepada komunitas internasional agar menekan Israel untuk menghentikan serangan terhadap wilayah sipil.


Korban Konflik Terus Bertambah

Sejak konflik meningkat pada awal Maret 2026, jumlah korban di Lebanon terus meningkat. Data dari otoritas kesehatan Lebanon menunjukkan bahwa ratusan orang telah tewas dan ribuan lainnya terluka akibat berbagai serangan udara yang terjadi di negara tersebut.

Laporan terbaru menyebut bahwa sejak 2 Maret 2026, setidaknya 687 orang telah tewas dan lebih dari 1.700 orang terluka akibat serangan Israel di Lebanon.

Korban tersebut termasuk warga sipil, anak-anak, serta tenaga medis dan pekerja kemanusiaan.

Selain itu, ratusan ribu warga Lebanon dilaporkan terpaksa mengungsi dari rumah mereka karena intensitas serangan yang meningkat.


Israel Perluas Operasi Militer

Militer Israel menyatakan bahwa operasi mereka bertujuan menargetkan posisi dan fasilitas militer Hezbollah yang dianggap mengancam keamanan Israel.

Pejabat pertahanan Israel bahkan memperingatkan bahwa operasi militer di Lebanon dapat berlangsung lama dan mungkin melibatkan pengerahan pasukan tambahan ke wilayah perbatasan utara Israel.

Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas di kawasan.


Dampak bagi Dunia Pendidikan

Serangan terhadap Lebanese University juga memicu keprihatinan di kalangan komunitas akademik internasional.

Sebagai satu-satunya universitas negeri di Lebanon, Lebanese University memiliki peran penting dalam sistem pendidikan nasional. Ribuan mahasiswa dari berbagai daerah di Lebanon menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Serangan terhadap kampus pendidikan dinilai tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengancam masa depan pendidikan di negara yang sudah lama dilanda krisis ekonomi dan politik.

Banyak akademisi internasional menyerukan perlindungan terhadap institusi pendidikan di wilayah konflik.


Kekhawatiran Konflik Meluas

Serangan terhadap Beirut dan wilayah lain di Lebanon menunjukkan bahwa konflik Israel dan Hezbollah semakin intensif.

Beberapa analis keamanan memperingatkan bahwa eskalasi konflik ini berpotensi melibatkan lebih banyak aktor regional, termasuk Iran yang selama ini dikenal sebagai sekutu utama Hezbollah.

Jika konflik terus meningkat, kawasan Timur Tengah dapat menghadapi ketegangan yang lebih luas dan berdampak pada stabilitas regional.


Kesimpulan

Serangan Israel terhadap kampus Lebanese University yang menewaskan seorang dekan dan profesor menambah daftar panjang korban konflik di Lebanon.

Insiden ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga memicu kecaman internasional karena menyerang fasilitas pendidikan sipil. Di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hezbollah, masa depan keamanan Lebanon serta stabilitas kawasan Timur Tengah masih penuh ketidakpastian.

Sementara itu, komunitas internasional terus mendesak agar konflik segera dihentikan dan semua pihak mematuhi hukum humaniter internasional untuk melindungi warga sipil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *