Pergerakan Nilai Tukar Rupiah vs Dolar AS pada 20 Februari 2026
beritadunia.id — Jakarta — Rupiah mengalami fluktuasi melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat, 20 Februari 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak antara Rp16.850 hingga Rp17.000 per USD. Penguatan dolar AS di pasar global memberi tekanan pada rupiah.
Pembukaan Perdagangan: Rupiah Melemah
Rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada pagi hari. Kurs bergerak sekitar Rp16.903 hingga Rp16.920 per USD, turun dari penutupan sebelumnya Rp16.894 per USD. Penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi mendorong pelemahan rupiah.
Analis menilai, indeks dolar yang lebih kuat menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah. Faktor geopolitik dan kebijakan moneter global menambah volatilitas.
Pergerakan Intra-hari: Volatilitas Tinggi
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak tidak konsisten. Pada pukul 10.32 WIB, rupiah menguat sementara menjadi Rp16.881 per USD, kemudian kembali melemah. Rentang pergerakan intraday mencapai Rp16.840 hingga Rp17.009 per USD, menunjukkan fluktuasi cukup lebar.
Faktor yang Mempengaruhi Rupiah
1. Penguatan Dolar AS Global
Dolar AS menguat terhadap mata uang utama dunia, termasuk rupiah. Data ekonomi AS yang solid dan ekspektasi suku bunga tinggi mendorong investor mencari aset dolar. Imbal hasil obligasi AS juga menarik minat investor global.
2. Ketidakpastian Geopolitik
Ketegangan di Timur Tengah menimbulkan kekhawatiran pasar. Investor mengalihkan dana ke dolar AS sebagai aset safe-haven.
3. Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 4,75%. Otoritas moneter ingin menjaga stabilitas makro dan nilai tukar rupiah. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian terhadap tekanan eksternal. Pasar masih menunggu langkah lanjutan dari BI, termasuk kemungkinan intervensi untuk menjaga kurs.
Tanggapan Bank Indonesia dan Outlook Rupiah
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa rupiah masih undervalued. BI berencana menstabilkan rupiah melalui intervensi pasar onshore dan offshore. Langkah ini menunjukkan komitmen menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran valuta asing.
Pergerakan Terhadap Mata Uang Lain
Selain dolar AS, rupiah bergerak bervariasi terhadap mata uang lain:
- Euro & Poundsterling: Rupiah lebih kuat dibanding kedua mata uang ini.
- Yen & Yuan: Kedua mata uang Asia ini lebih stabil dibanding rupiah, menandakan dinamika regional berbeda.
Proyeksi dan Risiko
Analis memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif di Rp16.850–Rp17.000 per USD sepanjang hari. Potensi penguatan muncul jika:
- Dolar AS melemah;
- Data ekonomi domestik positif;
- BI mengambil langkah agresif menjaga rupiah.
Sebaliknya, jika tekanan global tetap tinggi, rupiah berisiko melemah.
Kesimpulan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 20 Februari 2026 bergerak fluktuatif. Tekanan datang dari penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik. BI aktif menstabilkan rupiah, tetapi kurs tetap berada di kisaran Rp16.850–Rp17.000 per USD. Perkembangan global dan data ekonomi selanjutnya akan menentukan arah rupiah selanjutnya.
