Berita ViralBlog

Tabuk, Tempat Perang Terakhir Nabi Muhammad Kini Diselimuti Salju

Beritadunia.idTabuk, Arab Saudi — Di wilayah utara Arab Saudi yang identik dengan gurun kering dan suhu panas, fenomena langka terjadi pada pertengahan Desember 2025: salju tebal menyelimuti sebagian besar kawasan pegunungan Tabuk. Fenomena ini menarik perhatian global karena wilayah ini juga dikenal sebagai lokasi pertempuran terakhir yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW sebelum wafatnya, yakni Perang Tabuk pada tahun 630 Masehi.

Salju di Tabuk bukan kejadian biasa. Wilayah ini, meskipun berada jauh dari garis lintang yang biasanya mengalami musim dingin panjang, memang mengalami penurunan suhu tahunan — terutama di ketinggian pegunungan seperti Jabal Al-Lawz — namun intensitas dan cakupan salju pada Desember ini dirasakan luar biasa oleh penduduk lokal dan pengamat cuaca internasional.

Fenomena Salju Langka di Gurun Tabuk

Fenomena salju di Tabuk mulai terjadi sejak Minggu, 21 Desember 2025, ketika suhu udara di kawasan pegunungan turun drastis di bawah titik beku. Salju pertama kali terlihat di puncak pegunungan Jabal Al-Lawz, yang menjulang sekitar 2.580 meter di atas permukaan laut, dan kemudian mulai meluas ke dataran dan lembah sekitarnya.

Salju menutupi tanah, batu, dan hamparan pasir yang biasanya berwarna cokelat atau kuning tua, mengubah lanskap menjadi putih bersih layaknya daerah musim dingin di Eropa. Video dan foto salju yang beredar di media sosial menunjukkan transformasi dramatis dari lanskap gurun menjadi pemandangan musim dingin yang kontras dengan iklim khas Arab Saudi.

Fenomena ini dipicu oleh massa udara dingin yang bergerak dari wilayah Mediterania, membawa suhu rendah, angin kencang, hujan es, dan kabut tebal ke wilayah utara Kerajaan Arab Saudi. Suhu bahkan dilaporkan sempat mencapai sekitar minus 4 derajat Celsius pada titik-titik tertentu di Tabuk dan dataran tinggi Trojena.

Selain Tabuk, salju juga dilaporkan di beberapa wilayah utara Saudi lainnya seperti Hail dan Qassim, menunjukkan bahwa fenomena cuaca ini bukan kejadian terisolasi, tetapi bagian dari sistem cuaca dingin yang memengaruhi kawasan luas di Jazirah Arabia.

Tabuk dan Sejarah Perang Terakhir Nabi Muhammad SAW

Nama Tabuk memiliki makna sejarah yang penting bagi umat Islam. Kawasan ini disebut dalam catatan sejarah sebagai lokasi Perang Tabuk, yang terjadi sekitar bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyah (sekitar Oktober 630 M). Perang itu dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW melawan pasukan Romawi Timur (Byzantium). Tujuan utama ekspedisi ini adalah menghalau ancaman kekaisaran Romawi yang disebut-sebut sedang bergerak ke arah Jazirah Arab.

Perang Tabuk dikenal sebagai perang terakhir yang diikuti oleh Nabi Muhammad SAW. Meski pertempuran secara langsung tidak terjadi — karena pasukan Romawi mundur sebelum kontak fisik — ekspedisi ini mempertegas pengaruh dan keberadaan komunitas Muslim di wilayah utara Jazirah Arab. Di sinilah konfrontasi strategis antara dua kekuatan besar saat itu terjadi, dan daerah Tabuk menjadi saksi sejarah penting tersebut.

Peristiwa ini juga menunjukkan kepemimpinan dan strategi Nabi Muhammad SAW dalam menjaga stabilitas wilayah Muslim serta menjalin perjanjian damai dengan suku-suku yang ada di daerah perbatasan saat itu. Tabuk menjadi simbol dari diplomasi militer di era awal Islam yang menggabungkan kekuatan militer dan negosiasi politik.

Reaksi Warga dan Respons Resmi

Fenomena salju ini menimbulkan reaksi luas di kalangan masyarakat lokal dan pengguna media sosial di seluruh dunia. Banyak warga Tabuk dan wilayah sekitarnya membagikan foto serta video yang memperlihatkan pemandangan unik tersebut. Beberapa bahkan menjadikan momen itu sebagai kesempatan untuk berjalan kaki di tengah salju, mengambil foto keluarga, atau sekadar menikmati suasana berbeda yang jarang terjadi di wilayah gurun tropis.

Di sisi lain, otoritas setempat melalui Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) mengeluarkan peringatan cuaca untuk memastikan keselamatan penduduk dan pengunjung. Mereka memperingatkan kemungkinan kondisi licin di jalan dan suhu yang sangat rendah pada malam hari, sehingga masyarakat disarankan untuk berhati-hati saat berada di luar ruangan, terutama di kawasan pegunungan dan ketinggian yang terpapar angin kuat.

Implikasi Cuaca dan Lingkungan

Fenomena salju di Tabuk menyoroti dinamika sistem cuaca global yang semakin kompleks. Meskipun wilayah utara Arab Saudi sebenarnya memiliki suhu yang lebih dingin dibandingkan bagian lain negara tersebut, salju yang turun dalam jumlah yang signifikan tetap tergolong fenomena tidak biasa, terutama pada musim yang normalnya hanya memiliki musim dingin ringan.

Ahli meteorologi mengaitkan kejadian ini dengan sistem tekanan rendah yang kuat dan massa udara dingin dari Mediterania. Kombinasi ini membawa perubahan drastis suhu dan membuka peluang bagi hujan es serta salju di kawasan yang sering kali mengalami suhu sangat tinggi sepanjang tahun.

Selain itu, fenomena ini mengundang diskusi terkait perubahan iklim global. Banyak pengamat cuaca internasional melihat kejadian salju di gurun seperti Tabuk sebagai contoh dari kekuatan atmosfer yang berubah dan dampaknya terhadap pola cuaca ekstrem. Namun, para ahli juga meyakinkan bahwa fenomena ini bukan sepenuhnya anomali, karena salju telah tercatat turun di pegunungan tinggi Arab Saudi selama musim dingin beberapa dekade terakhir.

Tabuk dari Masa Lalu ke Masa Kini

Tabuk, yang pernah menjadi medan strategi penting pada abad ke-7 masehi, kini juga menjadi sorotan karena fenomena alam yang langka ini. Transformasi lanskap gurun menjadi pemandangan putih bersalju memberikan perspektif baru tentang kekayaan geografis dan iklim wilayah Arab Saudi.

Fenomena ini menghubungkan sejarah kuno dengan realitas meteorologi modern: satu wilayah yang pernah menjadi tempat kebijakan militer bersejarah kini juga menyaksikan kejadian cuaca yang tidak biasa bagi sebuah gurun. Pandangan ini semakin memperkaya narasi tentang bagaimana alam dan sejarah berinteraksi dalam satu tempat yang sama.


Kesimpulan:
Province Tabuk di Arab Saudi, yang dikenal sebagai lokasi Perang Tabuk — peperangan terakhir di masa Nabi Muhammad SAW, tengah mengalami fenomena salju langka pada Desember 2025. Peristiwa ini tidak hanya menarik secara meteorologi, tetapi juga membawa nuansa sejarah dan budaya bagi masyarakat lokal dan internasional. Dengan suhu yang turun drastis serta salju menutupi lanskap gurun, Tabuk menjadi bukti bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi bahkan di wilayah yang selama ini dianggap iklimnya kering dan panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *