Respons Indonesia Disorot Usai Serangan AS ke Venezuela, Trump Kembali Tekan NATO
Beritadunia.id – Jakarta – Sejumlah pengamat hubungan internasional mengkritik respons Indonesia terhadap serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela. Mereka menilai pemerintah belum menyampaikan sikap yang tegas di tengah meningkatnya eskalasi konflik global.
Selain memicu ketegangan di Amerika Latin, serangan tersebut memperjelas perubahan lanskap geopolitik dunia. Oleh karena itu, banyak pihak menilai Indonesia perlu mengambil peran yang lebih aktif di panggung internasional.
Serangan AS Tingkatkan Ketegangan Global
Amerika Serikat melancarkan serangan terbatas ke sejumlah target strategis di Venezuela. Pemerintah AS menyebut langkah itu sebagai upaya menjaga stabilitas kawasan. Namun, banyak negara Amerika Latin mengecam tindakan tersebut.
Sementara itu, komunitas internasional menilai serangan itu berpotensi memperburuk krisis politik dan kemanusiaan di Venezuela. Akibatnya, tensi global meningkat dalam waktu singkat.
Pengamat Nilai Sikap Indonesia Kurang Tegas
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyampaikan respons diplomatik melalui pernyataan resmi. Kementerian Luar Negeri menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia dan penghormatan atas kedaulatan negara.
Namun demikian, sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut terlalu normatif. Mereka menilai pemerintah perlu menyampaikan sikap yang lebih konkret dan relevan dengan situasi global.
“Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan. Oleh karena itu, pemerintah perlu bersikap lebih jelas,” ujar seorang pengamat hubungan internasional di Jakarta.
Trump Tekan NATO soal Anggaran Pertahanan
Selain konflik di Venezuela, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanaskan situasi global. Ia menekan negara-negara anggota NATO agar meningkatkan anggaran pertahanan masing-masing.
Trump menegaskan Amerika Serikat tidak ingin terus menanggung beban terbesar aliansi tersebut. Pernyataan itu langsung memicu respons beragam dari negara-negara Eropa.
Di satu sisi, beberapa anggota NATO menyatakan kesiapan untuk menambah kontribusi. Namun di sisi lain, sejumlah negara mengingatkan risiko melemahnya solidaritas aliansi.
Indonesia Hadapi Tantangan Diplomasi Bebas Aktif
Rangkaian peristiwa tersebut menempatkan Indonesia pada posisi diplomatik yang menantang. Sebagai negara nonblok, Indonesia mengusung prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Meski demikian, banyak pihak menilai pendekatan yang terlalu hati-hati dapat mengurangi pengaruh Indonesia. Oleh sebab itu, pengamat mendorong pemerintah agar lebih adaptif terhadap perubahan geopolitik.
Anggota DPR Komisi I turut menyoroti isu ini. Mereka meminta pemerintah memperkuat komunikasi publik terkait arah kebijakan luar negeri.
“Pemerintah perlu menjelaskan sikapnya secara terbuka agar publik memahami arah diplomasi nasional,” kata seorang anggota DPR.
Pemerintah Fokus pada Jalur Diplomasi
Meski menerima kritik, pemerintah menegaskan komitmennya pada jalur diplomasi. Indonesia terus mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan kerja sama multilateral.
Selain itu, pemerintah menolak penggunaan kekuatan militer sebagai solusi utama. Kementerian Luar Negeri menilai stabilitas global hanya dapat tercapai melalui pendekatan damai.
Namun demikian, para pakar mengingatkan bahwa dinamika global menuntut respons yang cepat dan tegas. Oleh karena itu, Indonesia perlu memastikan kebijakan luar negerinya tetap relevan dan berpengaruh.
