Berita ViralBlogPolitik

AS Luncurkan Serangan Darat Pertama di Venezuela, Trump Klaim Hancurkan Fasilitas Strategis

Beritadunia.id — Amerika Serikat meluncurkan serangan darat di Venezuela. Presiden Donald Trump menyatakan operasi itu menarget fasilitas yang terkait jaringan narkoba internasional. Pernyataan ini muncul akhir Desember 2025, menandai eskalasi signifikan antara Washington dan pemerintahan Nicolás Maduro.

Trump menyebut fasilitas itu sebagai “area implementasi” tempat kapal-kapal narkoba dimuat. Ia menambahkan ledakan besar telah menghancurkan dermaga tersebut. Menurutnya, lokasi itu kini “tidak lagi ada”.

Dalam wawancara radio, Trump menyebut operasi itu menghancurkan “pabrik besar atau fasilitas besar”. Ia menegaskan ini bagian dari kampanye lebih luas untuk menekan jalur peredaran narkoba.

Eskalasi Tekanan Militer AS

Jika dikonfirmasi, ini merupakan serangan darat pertama AS secara terbuka di daratan Venezuela sejak ketegangan meningkat sepanjang 2025. Washington telah memperkuat aktivitas militer di Karibia dan Atlantik, termasuk pengerahan kapal induk dan serangan terhadap kapal-kapal narkoba.

Operasi Southern Spear melibatkan kapal perang, helikopter, dan ribuan personel militer. Puluhan kapal narkotik telah dihancurkan sejak musim gugur 2025. Trump menyebut langkah ini lanjutan strategi anti-narkoba agresif untuk menghentikan arus obat ke AS.

Trump tidak merinci lokasi atau agensi yang terlibat, termasuk apakah militer reguler atau badan intelijen seperti CIA yang mengeksekusi operasi.

Klaim dan Kontroversi

Belum ada konfirmasi independen dari pemerintah Venezuela. Caracas belum merilis pernyataan resmi, sementara pabrik di negara bagian Zulia membantah keterlibatan.

Beberapa analis menilai pernyataan Trump juga sebagai tekanan politik. Pemerintahannya sebelumnya menempuh kebijakan keras terhadap Maduro, termasuk sanksi ekonomi dan blokade minyak.

Sejumlah legislator AS mempertanyakan dasar hukum operasi militer ini. Tidak ada deklarasi perang resmi, sehingga otoritas dan legalitas serangan menjadi perdebatan.

Dampak Diplomatik dan Reaksi Global

Serangan ini memicu kekhawatiran internasional. Rusia dan China memperingatkan bahwa eskalasi dapat merusak stabilitas kawasan. Dewan Keamanan PBB memperhatikan situasi setelah Venezuela mengadukan tindakan militer AS, menuding Washington melanggar kedaulatan negara.

Sekutu AS di kawasan memandang ini sebagai sinyal bahwa operasi anti-narkoba bisa meluas ke daratan. Kelompok hak asasi manusia dan diplomat menyoroti risiko korban sipil akibat serangan militer terhadap perdagangan narkoba.

Kesimpulan

Trump mengumumkan serangan darat pertama AS di Venezuela untuk memerangi narkoba. Operasi ini membawa konsekuensi politik, hukum, dan diplomatik yang kompleks. Kurangnya konfirmasi independen membuat peristiwa ini tetap menjadi sorotan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *