Berita ViralKesehatan

Makan Daging Kambing Sebabkan Darah Tinggi, Benarkah? Ini Kata Profesor IPB

Beritadunia.id – Anggapan bahwa konsumsi daging kambing dapat menyebabkan tekanan darah tinggi sudah lama beredar di masyarakat. Banyak orang bahkan sengaja menghindari makanan ini karena khawatir memicu hipertensi. Namun, benarkah hal tersebut didukung oleh fakta ilmiah?

Seorang Guru Besar dari Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan penjelasan yang cukup mengejutkan. Ia menegaskan bahwa anggapan tersebut lebih banyak didasarkan pada mitos dibandingkan bukti ilmiah yang kuat.

Mitos yang Terlanjur Dipercaya

Dalam kehidupan sehari-hari, daging kambing sering dianggap sebagai makanan “panas” yang dapat meningkatkan tekanan darah. Persepsi ini sudah mengakar kuat, terutama saat momen tertentu seperti Idul Adha.

Namun, menurut penjelasan akademisi IPB, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Secara ilmiah, daging kambing tidak secara langsung menjadi penyebab hipertensi.

Mitos ini muncul lebih karena kebiasaan dan persepsi turun-temurun, bukan berdasarkan penelitian medis yang valid.

Fakta Ilmiah: Bukan Penyebab Langsung Hipertensi

Profesor IPB menjelaskan bahwa konsumsi daging kambing dalam jumlah wajar tidak akan meningkatkan tekanan darah secara signifikan.

Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa dengan pola makan yang seimbang, konsumsi daging kambing tidak berpengaruh terhadap tekanan darah maupun profil lemak tubuh, termasuk pada individu dengan hipertensi ringan.

Artinya, daging kambing bukanlah “biang kerok” utama tekanan darah tinggi seperti yang selama ini dipercaya.

Kandungan Gizi Daging Kambing

Secara nutrisi, daging kambing justru memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis daging merah lainnya seperti sapi dan domba.

Daging kambing diketahui mengandung lemak total dan lemak jenuh yang lebih rendah. Selain itu, kandungan proteinnya tinggi dan kaya akan zat besi yang penting bagi tubuh.

Dalam 100 gram daging kambing, kandungan kalorinya juga relatif lebih rendah dibandingkan daging merah lainnya. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pilihan protein hewani yang cukup sehat jika dikonsumsi dengan benar.

Fakta ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa daging kambing selalu identik dengan kolesterol tinggi.

Yang Sebenarnya Memicu Darah Tinggi

Meski bukan penyebab langsung, bukan berarti konsumsi daging kambing sepenuhnya bebas risiko. Faktor utama yang dapat memicu tekanan darah tinggi justru berasal dari cara pengolahan dan pola konsumsi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Cara memasak: Menggoreng atau memasak dengan banyak minyak, garam, dan lemak dapat meningkatkan risiko hipertensi.
  • Penggunaan bumbu: Saus tinggi sodium atau penyedap berlebihan dapat memperburuk kondisi tekanan darah.
  • Porsi berlebihan: Konsumsi daging merah dalam jumlah besar tetap dapat memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular.

Profesor IPB menegaskan bahwa metode penyajian memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan jenis daging itu sendiri.

Tips Aman Konsumsi Daging Kambing

Agar tetap sehat, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan saat mengonsumsi daging kambing:

  1. Pilih daging rendah lemak
    Hindari bagian yang mengandung banyak lemak, atau buang lemak sebelum dimasak.
  2. Gunakan metode memasak sehat
    Lebih disarankan untuk memanggang, merebus, atau membakar daripada menggoreng.
  3. Batasi penggunaan garam
    Gunakan bumbu alami dan rempah-rempah sebagai pengganti penyedap tinggi sodium.
  4. Perhatikan porsi konsumsi
    Konsumsi dalam jumlah wajar dan tidak berlebihan.
  5. Padukan dengan makanan sehat lain
    Kombinasikan dengan sayuran dan biji-bijian untuk nutrisi yang lebih seimbang.

Langkah-langkah ini dinilai dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil meskipun mengonsumsi daging kambing.

Perhatian Khusus bagi Penderita Hipertensi

Bagi individu yang sudah memiliki riwayat hipertensi, tetap diperlukan kehati-hatian. Meski daging kambing relatif lebih sehat dibandingkan daging merah lain, konsumsi tetap harus dibatasi.

Penderita hipertensi disarankan untuk lebih fokus pada pola makan secara keseluruhan, bukan hanya menghindari satu jenis makanan tertentu.

Pemantauan asupan lemak, garam, serta pola hidup sehat secara umum menjadi kunci utama dalam mengendalikan tekanan darah.

Mengubah Pola Pikir Masyarakat

Penjelasan dari akademisi IPB ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat terkait daging kambing. Selama ini, banyak orang menghindari makanan tersebut tanpa memahami dasar ilmiahnya.

Padahal, dengan cara pengolahan yang tepat dan konsumsi yang tidak berlebihan, daging kambing tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.

Edukasi semacam ini dinilai penting agar masyarakat tidak terjebak dalam mitos yang belum tentu benar.

Kesimpulan

Anggapan bahwa daging kambing menyebabkan darah tinggi ternyata tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan penjelasan ilmiah dari Profesor IPB, daging kambing bukan pemicu langsung hipertensi.

Faktor utama yang perlu diperhatikan justru terletak pada cara memasak, penggunaan bumbu, serta jumlah konsumsi. Jika diolah dengan sehat dan dikonsumsi secara moderat, daging kambing tetap aman bahkan memiliki nilai gizi yang baik.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu takut berlebihan. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *