Berita ViralBlogPolitik

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 2 Februari 2026: Catat Level Termurah, Tren Turun Terus

beritadunia.idJakarta – Harga emas perhiasan pada 2 Februari 2026 kembali mencatat penurunan signifikan di pasar domestik. Tren penurunan ini mempengaruhi minat beli masyarakat dan menjadi perbincangan pelaku industri, investor, serta konsumen umum.

Data terbaru menunjukkan bahwa harga emas perhiasan kini menyentuh level terendah dalam beberapa waktu terakhir. Turunnya harga ini terasa di berbagai daerah dan memicu potensi perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap produk logam mulia.


Level Terendah Harga Emas Perhiasan

Pada perdagangan hari ini, harga emas perhiasan di pasar Indonesia kembali mengalami koreksi. Perhiasan emas dengan kadar 24 karat maupun 18 karat menunjukkan harga yang lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya.

Beberapa outlet penjualan emas melaporkan bahwa harga emas perhiasan turun hingga sejumlah ribu rupiah per gram. Penurunan ini terjadi secara merata, meskipun berbeda tipis di tiap daerah sesuai permintaan dan pasokan lokal.

Penurunan harga emas perhiasan ini dipicu oleh pergerakan harga emas batangan di pasar global yang mengalami tekanan jual baru-baru ini. Fluktuasi nilai tukar mata uang juga ikut memengaruhi pergerakan harga logam mulia di Indonesia.


Faktor Penyebab Harga Turun

Analis pasar memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan harga emas perhiasan turun pada awal Februari 2026:

1. Penguatan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan penguatan belakangan ini. Ketika rupiah menguat, harga emas yang dipatok dalam dolar AS menjadi relatif lebih murah untuk konsumen lokal. Kondisi ini menekan harga jual emas di dalam negeri.

2. Pasar Emas Global yang Tekanan

Harga emas di pasar internasional sempat menguat di awal tahun, tetapi kemudian mengalami koreksi akibat pergeseran preferensi investor kepada aset berisiko seperti saham dan obligasi. Kondisi ini memicu tekanan jual emas dan menurunkan harga logam mulia di pasar global.

3. Sentimen Investasi Berubah

Investor logam mulia kini menunjukkan diversifikasi portofolio ke aset lain yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi. Pergeseran ini turut menekan permintaan terhadap emas sebagai tempat aman investasi, sehingga menekan harga emas perhiasan.

4. Ketersediaan Pasokan yang Stabil

Pasokan emas dari produsen serta importir relatif stabil. Ketika pasokan terjaga sementara permintaan turun, kondisi tersebut ikut menekan harga rata-rata emas perhiasan di pasar.


Reaksi Pasar dan Konsumen

Penurunan harga emas perhiasan memberikan dampak beragam bagi masyarakat dan pelaku usaha:

Permintaan Konsumen Naik Tipis

Beberapa toko emas mencatat kenaikan permintaan dari kalangan masyarakat yang memanfaatkan momentum harga rendah untuk membeli perhiasan, baik sebagai barang konsumsi maupun sebagai investasi jangka panjang.

Seorang penjual emas di Jakarta mengatakan bahwa sejumlah pembeli rela antre untuk mendapatkan berbagai jenis perhiasan ketika harga mencapai titik lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya.

Investor Logam Mulia Bersikap Hati-hati

Sementara itu, investor emas tampak berhati-hati terhadap pergerakan harga. Mereka mengikuti tren global sambil menunggu kemungkinan pembalikan arah harga emas di masa mendatang.


Perbedaan Harga Emas Berdasarkan Kadar Karat

Harga emas perhiasan tidak sama di setiap kadar karat. Umumnya, semakin tinggi kadar karatnya, semakin tinggi pula harga per gramnya. Namun pada hari ini, semua kadar mengalami penurunan.

24 Karat

Emas 24 karat atau emas murni mencatat harga tertinggi di antara semua jenis perhiasan. Namun harganya tetap turun dibandingkan pekan lalu.

18 Karat

Emas 18 karat, yang populer di kalangan pembeli perhiasan untuk sehari-hari, menunjukkan penurunan harga yang signifikan, sehingga menarik konsumen yang sudah menanti momentum harga murah.

14 Karat dan 10 Karat

Jenis emas dengan kadar lebih rendah ini juga mengalami tren yang sama. Penurunan harganya membuat permintaan untuk produk fashion perhiasan meningkat pada beberapa toko.


Prediksi Analis terhadap Harga Emas ke Depan

Para analis ekonomi memaparkan skenario harga emas dalam beberapa bulan mendatang:

Sentimen Global Menentukan Arah Harga

Harga emas global kini sangat sensitif terhadap kebijakan bank sentral besar, tingkat suku bunga, dan ketidakpastian ekonomi global. Jika suku bunga tetap tinggi, investor cenderung memilih instrumen pendapatan tetap dibandingkan emas.

Potensi Rebound Harga

Meskipun turun saat ini, sejumlah analis memperkirakan harga emas berpotensi rebound pada kuartal berikutnya. Faktor seperti ketidakpastian geopolitik atau penurunan suku bunga dapat mendorong harga emas naik lagi.

Nasional versus Internasional

Karena harga emas dalam negeri sangat bergantung pada harga internasional, setiap perubahan di pasar global akan langsung berdampak pada harga emas perhiasan di Tanah Air.


Tips Beli Emas untuk Konsumen

Para ahli juga memberikan sejumlah saran bagi masyarakat yang ingin membeli emas di tengah dinamika harga:

1. Pantau Harga Secara Berkala

Harga emas berubah sesuai kondisi pasar global dan nilai tukar. Pembeli disarankan mengikuti perkembangan harian agar membeli pada harga optimal.

2. Pahami Kadar Karat

Kadar karat menentukan nilai emas. Konsumen harus menyesuaikan kadar pilihan menurut kebutuhan, apakah untuk investasi jangka panjang atau sekadar perhiasan harian.

3. Cek Sertifikat dan Kemurnian Emas

Pastikan setiap pembelian disertai sertifikat resmi dan pengecekan kemurnian oleh pihak yang kompeten agar kualitas emas terjamin.

4. Pertimbangkan Timing Beli

Momen harga turun bisa menjadi kesempatan yang baik untuk membeli, tetapi pembeli juga harus memahami prospek harga jangka panjang.


Dampak Ekonomi Lebih Luas

Penurunan harga emas perhiasan tidak hanya memengaruhi pasar logam mulia, tetapi juga memberikan gambaran tentang kondisi ekonomi nasional. Harga emas sering kali dipandang sebagai indikator kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi global.

Penurunan ini menunjukkan bahwa investor kini lebih percaya pada instrumen lain yang menawarkan hasil lebih tinggi daripada emas pada periode ini. Dampaknya terasa di sektor produksi, distribusi, dan penjualan logam mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *