Lomon Terinspirasi Son Heung-min dan Zlatan Ibrahimović dalam Drama Korea No Tail to Tell
beritadunia.id – Aktor Korea Lomon menunjukkan dedikasi tinggi dalam drama terbarunya, No Tail to Tell. Dalam serial bergenre romantis-fantasi tersebut, ia memerankan Kang Si-yeol, seorang pesepak bola profesional dengan karier cemerlang dan konflik emosional yang kompleks. Untuk membangun karakter itu secara meyakinkan, Lomon mengambil inspirasi dari dua ikon sepak bola dunia, Son Heung‑min dan Zlatan Ibrahimović.
Lomon menilai Son Heung-min mewakili disiplin, ketekunan, dan kerendahan hati. Ia melihat Son sebagai contoh atlet yang tetap fokus meski bermain di level tertinggi. Dari Zlatan Ibrahimović, Lomon menyerap aura percaya diri dan keberanian. Ia ingin menghadirkan karakter yang bukan hanya terampil, tetapi juga memancarkan karisma kuat di lapangan dan di luar lapangan.
Persiapan Fisik dan Mental yang Serius
Lomon tidak hanya mengandalkan naskah untuk membangun peran. Ia menjalani latihan fisik intensif untuk meniru kebiasaan pesepak bola profesional. Setiap hari, ia melatih stamina, kecepatan, dan kekuatan otot. Ia juga mengasah teknik dasar seperti kontrol bola, dribel, dan penyelesaian akhir. Dengan cara ini, gerakannya di layar terlihat natural dan meyakinkan.
Selain latihan fisik, Lomon mempelajari bahasa tubuh dan ekspresi para atlet. Ia mengamati bagaimana Son Heung-min tetap tenang saat menghadapi tekanan dan bagaimana Zlatan Ibrahimović mengekspresikan dominasi di lapangan. Lomon kemudian menggabungkan kedua karakteristik itu untuk membentuk Kang Si-yeol sebagai figur yang percaya diri namun tetap rendah hati.
Kang Si-yeol, Striker dengan Jiwa yang Terluka
Dalam No Tail to Tell, Kang Si-yeol dikenal sebagai striker papan atas yang selalu menjadi pusat perhatian. Media, penggemar, dan sponsor mengelilinginya setiap saat. Namun di balik gemerlap tersebut, ia menyimpan kesepian dan konflik batin. Drama ini tidak hanya menyorot prestasi olahraga, tetapi juga menggali sisi manusiawi seorang atlet yang hidup di bawah tekanan publik.
Lomon membangun karakter ini dengan pendekatan emosional yang kuat. Ia ingin penonton merasakan kegelisahan Si-yeol saat harus mempertahankan performa, menghadapi ekspektasi tinggi, dan tetap menjaga hubungan pribadi. Pendekatan ini membuat karakter terasa lebih hidup dan dekat dengan realitas atlet profesional.
Kolaborasi dengan Kim Hye-yoon
Lomon beradu akting dengan Kim Hye‑yoon, yang memerankan karakter utama perempuan dengan latar belakang unik. Hubungan keduanya menjadi pusat cerita, menggabungkan romansa, fantasi, dan proses penyembuhan emosional. Chemistry mereka memperkuat narasi dan memberi warna baru pada genre romcom Korea.
Kehadiran Kim Hye-yoon membantu Lomon mengekspresikan sisi lembut Kang Si-yeol. Interaksi keduanya menampilkan dinamika cinta yang berkembang dari rasa penasaran menjadi kepercayaan, lalu menjadi dukungan emosional di tengah tekanan hidup.
Menghadirkan Dunia Sepak Bola ke Layar Drama
No Tail to Tell menampilkan dunia sepak bola dengan detail yang jarang terlihat di drama Korea. Lomon memastikan setiap adegan latihan dan pertandingan terlihat realistis. Ia bergerak seperti atlet, merayakan gol dengan ekspresi yang tepat, dan berinteraksi dengan rekan setim secara alami.
Pendekatan ini membuat penonton, termasuk penggemar olahraga, merasa terhubung dengan cerita. Mereka tidak hanya menonton kisah cinta, tetapi juga menyaksikan perjuangan seorang atlet yang berusaha menjaga performa di puncak karier.
Dampak Inspirasi Son dan Zlatan
Dengan mengambil inspirasi dari Son Heung-min dan Zlatan Ibrahimović, Lomon berhasil menciptakan karakter yang seimbang antara kerendahan hati dan kepercayaan diri. Ia menunjukkan bahwa seorang atlet hebat tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga kuat secara mental.
Pendekatan ini memperkaya No Tail to Tell. Drama ini tidak sekadar menyuguhkan romansa fantasi, tetapi juga menghadirkan potret realistis tentang kehidupan atlet profesional, lengkap dengan tekanan, ambisi, dan kebutuhan akan dukungan emosional.
Antusiasme Penonton dan Kritik Positif
Sejak penayangan perdana, No Tail to Tell menarik perhatian penonton di berbagai negara. Banyak yang memuji cara Lomon menghidupkan karakter Kang Si-yeol. Mereka menilai aktingnya terasa matang dan penuh dedikasi. Penggemar juga mengapresiasi bagaimana drama ini menggabungkan olahraga, romansa, dan fantasi dalam satu narasi yang segar.
Kritikus menyoroti konsistensi Lomon dalam menjaga kualitas aktingnya. Ia tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga menghadirkan riset dan latihan nyata untuk mendukung perannya.
Kesimpulan
Lomon membuktikan profesionalismenya lewat No Tail to Tell. Dengan inspirasi dari Son Heung-min dan Zlatan Ibrahimović, ia menciptakan karakter pesepak bola yang karismatik, manusiawi, dan emosional. Drama ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi gambaran tentang perjuangan seorang atlet dalam menghadapi tekanan dan menemukan cinta.

