Imlek 2026, Merek Mewah Global Berlomba Rebut Konsumen China
beritadunia.id – Menjelang perayaan Imlek 2026 yang jatuh pada pertengahan Februari, merek-merek mewah global mempercepat strategi mereka untuk menarik minat konsumen China. Tahun ini menjadi momen penting karena industri barang mewah mulai bangkit setelah melewati periode perlambatan ekonomi dan perubahan perilaku belanja.
Imlek selalu menjadi musim belanja paling kuat di China. Tradisi memberi hadiah dan memperbarui barang pribadi mendorong konsumen kelas menengah dan atas membeli produk bernilai tinggi. Bagi merek mewah, momen ini sering menyumbang porsi besar dari penjualan tahunan.
Konsumen China Masih Jadi Target Utama
China tetap menjadi pasar terbesar bagi industri barang mewah dunia. Meski kontribusinya sempat menurun akibat pelemahan ekonomi dan krisis properti, daya beli kelompok kaya dan kelas atas tetap kuat. Pada 2026, banyak analis melihat tanda-tanda stabilisasi, terutama di kota-kota besar seperti Shanghai, Beijing, dan Shenzhen.
Kelompok konsumen ini tidak lagi berbelanja hanya untuk status. Mereka kini menilai kualitas, desain, dan makna budaya di balik sebuah produk. Perubahan ini memaksa merek global menyusun ulang pendekatan pemasaran mereka.
Koleksi Imlek Jadi Senjata Utama
Untuk menyambut Tahun Kuda Api, berbagai rumah mode dan pembuat jam mewah meluncurkan koleksi edisi terbatas bertema Imlek. Mereka menampilkan simbol kuda, warna merah, dan aksen emas sebagai lambang keberuntungan dan kemakmuran.
Produsen jam menghadirkan arloji dengan ukiran kuda di dial dan casing berbahan emas mawar. Merek fesyen premium merilis tas kulit, sepatu, dan pakaian dengan motif kuda yang lebih modern. Desainer perhiasan juga menciptakan liontin dan gelang bertema zodiak dengan harga tinggi.
Strategi ini menargetkan konsumen yang mencari produk unik dan eksklusif untuk dijadikan hadiah atau koleksi pribadi.
Pasar Luxury Mulai Pulih
Industri barang mewah di China memang sempat kehilangan momentum dalam beberapa tahun terakhir. Perlambatan ekonomi dan sikap belanja yang lebih hati-hati mengurangi pertumbuhan penjualan. Namun pada awal 2026, beberapa indikator menunjukkan perbaikan.
Merek global melihat peningkatan kunjungan toko fisik dan aktivitas belanja daring menjelang Imlek. Mereka memanfaatkan momentum ini untuk menguji minat pasar melalui peluncuran produk baru dan kampanye kreatif.
Konsumen Muda Mengubah Peta Persaingan
Generasi milenial dan Gen Z di China kini menjadi penggerak utama pasar luxury. Mereka menginginkan pengalaman yang lebih personal dan cerita yang bermakna. Mereka tidak tertarik pada desain yang hanya menempelkan simbol Imlek secara dangkal.
Konsumen muda ingin melihat bagaimana sebuah merek menghormati budaya China. Mereka menyukai narasi yang menggabungkan filosofi tradisional dengan gaya modern. Karena itu, merek yang berhasil biasanya menampilkan cerita di balik desain, bukan sekadar ornamen.
Strategi Baru Merek Mewah
Untuk menjawab perubahan selera ini, merek global menerapkan beberapa pendekatan utama:
1. Desain yang Lebih Relevan
Merek menggabungkan simbol Imlek dengan gaya kontemporer agar produk tetap terasa modern dan tidak klise.
2. Kampanye Berbasis Cerita
Merek membangun cerita di balik setiap koleksi, mulai dari inspirasi budaya hingga proses kreatif.
3. Pengalaman Belanja yang Imersif
Toko fisik dan platform digital menghadirkan dekorasi Imlek, instalasi seni, serta program interaktif untuk menarik pengunjung.
4. Pendekatan Lokal
Merek bekerja sama dengan seniman dan kreator China agar kampanye terasa lebih autentik.
Pendekatan ini membantu merek membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan konsumen.
Imlek sebagai Mesin Ekonomi
Imlek tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi. Selama periode libur panjang, masyarakat China meningkatkan belanja untuk hadiah, pakaian baru, dan barang mewah sebagai simbol awal yang baik.
Lonjakan aktivitas belanja ini mendorong pusat perbelanjaan, butik mewah, dan platform daring mencatatkan trafik yang jauh lebih tinggi dibanding hari biasa. Bagi merek global, Imlek sering menjadi salah satu periode paling menguntungkan dalam setahun.
Tantangan Tetap Ada
Meski peluang besar terbuka, merek mewah tetap menghadapi tantangan. Persaingan semakin ketat karena banyak pemain berlomba menarik konsumen yang sama. Di sisi lain, merek lokal China juga semakin kuat dengan desain yang menggabungkan identitas budaya dan kualitas tinggi.
Selain itu, konsumen kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Mereka menuntut nilai yang jelas, baik dari segi kualitas maupun makna.
Kesimpulan
Menjelang Imlek 2026, merek mewah global memanfaatkan momen ini untuk kembali merebut hati konsumen China. Dengan meluncurkan koleksi edisi terbatas, membangun narasi budaya, dan menciptakan pengalaman belanja yang menarik, mereka berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan selera pasar.
Imlek bukan sekadar musim belanja, tetapi juga arena strategis bagi merek untuk memperkuat posisi mereka di pasar luxury terbesar di dunia.

