BisnisBlogMancanegaraTeknologi

Moody’s Revisi Outlook Indonesia, Fundamental Ekonomi Tetap Terjaga

Beritadunia.id — Jakarta – Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service baru-baru ini menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Langkah ini memicu perhatian di pasar dan pemerintahan.

Meski demikian, pejabat tinggi Indonesia menegaskan fundamental ekonomi domestik tetap kuat. Prospek jangka pendek memang menghadirkan tantangan, tetapi pemerintah tetap optimistis.

Alasan Moody’s Menurunkan Outlook

Moody’s menurunkan outlook karena ketidakpastian kebijakan fiskal dan tata kelola. Peringkat utang jangka panjang Indonesia tetap Baa2, masih investment grade.

Lembaga ini menilai risiko kebijakan bisa memengaruhi kepercayaan investor. Namun, pertumbuhan ekonomi nasional yang solid tetap menjadi penopang peringkat tersebut.

Respons Pemerintah dan Bank Indonesia

Pemerintah dan Bank Indonesia menekankan bahwa revisi outlook tidak menunjukkan kelemahan ekonomi.

Bank Indonesia menyatakan fundamental ekonomi tetap kuat. Pertumbuhan ekonomi, konsumsi rumah tangga, investasi, dan stabilitas keuangan masih solid. Proyeksi pertumbuhan 2026 juga tetap menjanjikan.

OJK menambahkan bahwa keputusan Moody’s mempertahankan Baa2 menunjukkan kepercayaan lembaga internasional terhadap ekonomi Indonesia. Indikator utama seperti PDB dan stabilitas sektor keuangan mendukung pernyataan ini.

Indikator Ekonomi yang Kuat

Beberapa indikator menunjukkan ketahanan ekonomi:

  • Pertumbuhan Ekonomi: PDB Indonesia tumbuh 5,39% di kuartal IV 2025. Pertumbuhan tahunan mencapai 5,1%, menunjukkan momentum yang stabil.
  • Inflasi Terkendali: Harga tetap stabil sehingga BI bisa menjaga keseimbangan moneter dan nilai tukar.
  • Stabilitas Keuangan: Rasio permodalan perbankan (CAR) sehat, dan NPL rendah.

Dampak di Pasar

Pasar finansial menunjukkan tekanan jangka pendek. IHSG dan nilai tukar rupiah sempat bergejolak setelah pengumuman. Pemerintah menilai efek ini bersifat sementara.

Kebijakan Fiskal dan Tata Kelola

Pemerintah menegaskan disiplin fiskal tetap prioritas. Koordinasi dengan lembaga keuangan dan sektor swasta terus dilakukan.

Penguatan tata kelola, termasuk pengelolaan investasi publik, bertujuan menjaga kredibilitas dan transparansi. Langkah ini mendukung stabilitas jangka panjang.

Prospek Ekonomi ke Depan

Prediksi pertumbuhan jangka menengah tetap positif. Permintaan domestik, konsumsi rumah tangga, dan investasi menjadi pendorong utama.

Tantangan tetap ada, seperti memperkuat penerimaan negara dan menjaga kepercayaan investor. Sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural sangat penting.


Kesimpulan

Penurunan outlook Moody’s menjadi negatif bukan tanda melemahnya ekonomi Indonesia. Pemerintah, BI, dan OJK menegaskan ketahanan ekonomi tetap kuat. Indikator makro stabil, pertumbuhan positif, dan reformasi kebijakan mendukung kepercayaan investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *