Viral Road Barrier di Kota Tua Jakarta Barat Diduga Jadi Ajang Pungli, Polisi Turun Tangan
beritadunia.id — Jakarta — Media sosial kembali menyoroti dugaan praktik pungutan liar di ruang publik. Kali ini, sorotan mengarah ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Sebuah video viral menunjukkan road barrier beton yang diduga dimanfaatkan sebagai sarana pungli terhadap pengendara sepeda motor.
Video tersebut memicu reaksi luas dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan fungsi penghalang jalan itu. Tidak sedikit pula yang meminta aparat bertindak tegas. Kawasan Kota Tua sendiri dikenal sebagai destinasi wisata sejarah yang ramai setiap hari.
Isi Video yang Menjadi Perbincangan
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat beberapa pria berjaga di dekat road barrier. Mereka menghentikan pengendara motor yang hendak melintas. Para pengendara tidak bisa langsung melewati jalan tersebut.
Setelah berbincang singkat, pengendara terlihat menyerahkan uang. Usai menerima uang, penjaga penghalang membuka akses jalan. Adegan itu terjadi berulang kali pada pengendara yang berbeda.
Video tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Banyak warganet mengaku resah. Mereka menilai tindakan itu merugikan pengguna jalan. Beberapa komentar juga menyebut praktik serupa kerap terjadi di lokasi tersebut.
Kota Tua dan Kerawanan Pungli
Kota Tua Jakarta merupakan kawasan wisata dengan aktivitas tinggi. Setiap hari, wisatawan lokal dan mancanegara memadati area ini. Arus kendaraan roda dua juga cukup padat, terutama pada akhir pekan.
Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mereka mencari keuntungan pribadi dengan dalih pengaturan lalu lintas atau keamanan. Praktik semacam ini berpotensi menciptakan ketidaknyamanan dan merusak citra kawasan wisata.
Selain itu, pungli di ruang publik juga melanggar aturan hukum. Tidak ada dasar hukum yang membenarkan penarikan uang oleh individu tanpa kewenangan resmi.
Tanggapan Kepolisian Tamansari
Kapolsek Metro Tamansari AKBP Riyanto merespons cepat video yang beredar. Ia menyatakan pihaknya sudah menerima informasi tersebut. Polisi langsung menyiapkan langkah penyelidikan.
Menurutnya, petugas akan turun ke lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya. Polisi juga akan mencari orang-orang yang terekam dalam video. Langkah ini bertujuan mengungkap motif dan kronologi kejadian.
“Kami akan cek langsung ke lokasi. Kami juga akan melakukan pembinaan jika mereka masih berada di sana,” ujar AKBP Riyanto.
Pernyataan ini menegaskan komitmen kepolisian menjaga ketertiban di wilayah hukumnya. Polisi tidak ingin praktik ilegal berkembang di ruang publik.
Fokus pada Pembinaan dan Pencegahan
Dalam tahap awal, kepolisian memprioritaskan pendekatan persuasif. Polisi akan memberikan pembinaan kepada pihak-pihak yang terlibat. Mereka akan menjelaskan aturan hukum terkait pungli dan penggunaan fasilitas umum.
Namun, polisi tetap membuka opsi penindakan. Jika penyelidikan menemukan unsur pelanggaran hukum, polisi akan memprosesnya sesuai aturan. Pendekatan ini bertujuan menciptakan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa.
Polisi juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi penting. Tujuannya untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan sesuai aturan.
Peran Media Sosial dalam Pengawasan
Kasus ini menunjukkan peran besar media sosial dalam pengawasan publik. Unggahan warga mampu membuka dugaan pelanggaran yang sebelumnya luput dari perhatian. Tekanan publik juga mendorong aparat bergerak cepat.
Namun, masyarakat tetap perlu bersikap bijak. Informasi yang beredar harus diverifikasi. Tuduhan sepihak tanpa bukti dapat menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, peran aparat menjadi krusial untuk memastikan fakta di lapangan.
Dampak Terhadap Pengguna Jalan
Pungli di jalan umum berdampak langsung pada masyarakat. Pengendara merasa tertekan dan tidak memiliki pilihan lain. Situasi ini menciptakan ketidakadilan, terutama bagi warga yang hanya ingin melintas.
Selain merugikan secara ekonomi, praktik ini juga berbahaya. Penghentian kendaraan di lokasi yang tidak semestinya bisa memicu kecelakaan. Risiko ini meningkat di kawasan padat seperti Kota Tua.
Oleh sebab itu, penertiban menjadi kebutuhan mendesak. Ruang publik harus tetap aman dan bebas dari praktik ilegal.
Upaya Jangka Panjang yang Diperlukan
Kasus road barrier di Kota Tua tidak bisa dilihat secara parsial. Pemerintah daerah perlu mengevaluasi penempatan penghalang jalan. Setiap road barrier harus memiliki fungsi jelas dan pengawasan resmi.
Selain itu, pengawasan rutin juga penting. Aparat perlu hadir secara berkala di lokasi rawan pungli. Kehadiran petugas dapat mencegah niat oknum melakukan pelanggaran.
Edukasi kepada masyarakat juga tidak kalah penting. Warga perlu memahami hak mereka sebagai pengguna jalan. Pelaporan cepat akan membantu aparat bertindak lebih efektif.
Penutup
Viralnya dugaan pungli di kawasan Kota Tua Jakarta Barat menjadi peringatan serius. Ruang publik harus tetap bersih dari praktik ilegal. Kepolisian Tamansari telah menunjukkan respons cepat dan profesional.
Langkah penyelidikan dan pembinaan menjadi awal yang penting. Ke depan, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan kerja sama tersebut, kawasan Kota Tua dapat kembali menjadi ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.
