DPR Kecam Serangan Israel ke Kamp Pengungsi Gaza dan Soroti Peran Indonesia di Dewan Perdamaian
beritadunia.id – Jakarta — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Syamsu Rizal, mengecam keras serangan militer Israel yang menimpa kamp pengungsi di Jalur Gaza pada Sabtu dini hari. Ia menilai serangan tersebut sebagai kejahatan kemanusiaan yang berpotensi menggagalkan upaya gencatan senjata dan mencederai proses diplomasi internasional.
Syamsu menegaskan bahwa serangan ini terjadi di tengah momentum penting pembentukan Dewan Perdamaian internasional atau Board of Peace yang bertujuan mendorong penyelesaian konflik secara damai. Menurutnya, tindakan militer Israel justru bertolak belakang dengan semangat forum tersebut dan dapat merusak kredibilitasnya di mata dunia.
Serangan Mematikan di Wilayah Padat Pengungsi
Serangan udara menghantam sejumlah kawasan di Gaza, termasuk wilayah kamp pengungsi dan area pemukiman sementara. Lokasi-lokasi ini dikenal sebagai tempat berlindung bagi warga sipil yang mengungsi dari daerah konflik.
Akibat serangan tersebut, puluhan warga sipil dilaporkan tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Beberapa keluarga kehilangan banyak anggota dalam satu serangan, sementara sebagian korban lainnya meninggal dunia di dalam tenda atau rumah darurat yang mereka tempati.
Situasi ini memperlihatkan betapa rentannya warga sipil di tengah konflik bersenjata yang berkepanjangan. Mereka tidak memiliki perlindungan yang memadai, meskipun berada di kawasan yang semestinya menjadi zona aman.
Syamsu Rizal: Israel Mengabaikan Prinsip Kemanusiaan
Syamsu Rizal menyatakan bahwa serangan ini menunjukkan ketidakpatuhan Israel terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum humaniter internasional. Ia menilai bahwa gencatan senjata hanya akan menjadi slogan kosong jika salah satu pihak terus melancarkan serangan bersenjata terhadap warga sipil.
Ia juga menilai bahwa keikutsertaan Israel dalam Dewan Perdamaian dunia menjadi paradoks besar. Di satu sisi, Israel duduk dalam forum yang bertujuan menciptakan perdamaian, namun di sisi lain tetap melakukan tindakan militer yang menimbulkan penderitaan rakyat Palestina.
Sorotan terhadap Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian
Syamsu turut menyoroti rencana keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian. Menurutnya, Indonesia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam mekanisme internasional yang justru melegitimasi tindakan agresif terhadap warga sipil.
Ia mengingatkan bahwa sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemerdekaan dan keadilan sosial, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk membela hak-hak rakyat Palestina. Jika Indonesia menjadi anggota Dewan Perdamaian, maka peran tersebut harus digunakan secara aktif untuk menekan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil.
Kritik atas Dalih Operasi Militer
Syamsu juga mengkritik alasan yang sering digunakan Israel, yaitu operasi terhadap kelompok bersenjata. Menurutnya, dalih tersebut tidak bisa membenarkan serangan terhadap kawasan pengungsian yang dipenuhi warga sipil tak bersenjata.
Serangan ke kamp pengungsi dan pemukiman darurat menunjukkan bahwa dampak konflik tidak lagi terbatas pada target militer, melainkan telah meluas ke masyarakat sipil yang seharusnya mendapat perlindungan maksimal.
Dampak Kemanusiaan yang Terus Memburuk
Akibat serangan ini, kondisi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, akses terhadap makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Rumah sakit dan fasilitas darurat kewalahan menangani lonjakan korban luka.
Di tengah keterbatasan pasokan medis dan bantuan kemanusiaan, serangan lanjutan hanya akan memperparah penderitaan rakyat Gaza yang sudah hidup dalam kondisi serba kekurangan.
Gencatan Senjata Terancam Gagal
Serangan yang terjadi di tengah upaya gencatan senjata menimbulkan kekhawatiran besar akan gagalnya proses perundingan damai. Ketika satu pihak tetap melakukan agresi, maka kepercayaan antar pihak akan runtuh dan peluang perdamaian semakin menjauh.
Padahal, gencatan senjata merupakan satu-satunya jalan untuk membuka ruang dialog dan memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk secara aman ke wilayah konflik.
Indonesia Didorong Bersikap Lebih Tegas
Syamsu menegaskan bahwa Indonesia harus menggunakan posisinya di berbagai forum internasional untuk memperjuangkan keadilan bagi Palestina. Ia mendorong pemerintah agar tidak hanya bersikap normatif, tetapi berani menyampaikan sikap politik yang tegas terhadap pelanggaran kemanusiaan.
Sebagai negara yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa tertindas, Indonesia diharapkan tetap konsisten membela nilai kemanusiaan dan perdamaian.
Kesimpulan
Serangan Israel terhadap kamp pengungsi di Gaza kembali menegaskan rapuhnya perlindungan terhadap warga sipil di wilayah konflik. Pernyataan keras Syamsu Rizal dari DPR RI menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam terhadap penderitaan rakyat Palestina.
Di tengah peran Indonesia dalam forum internasional seperti Dewan Perdamaian, pemerintah diharapkan mampu menjaga integritas moral bangsa dengan memperjuangkan perdamaian yang adil, serta memastikan bahwa suara Indonesia berpihak pada kemanusiaan dan keadilan.

