Berita ViralKesehatanMancanegaraPolitikTeknologi

Bom Guncang Masjid Pakistan, 21 Tewas dan 80 Luka-luka

Beritadunia.id – Bom Guncang Masjid di Pakistan, 21 Orang Tewas dan 80 Luka-luka

Sebuah ledakan bom mengguncang sebuah masjid yang berada di dalam kompleks kepolisian di Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, pada Jumat (18/9/2026). Serangan tersebut terjadi ketika umat Muslim sedang melaksanakan salat Jumat.

Ledakan yang disusul aksi penembakan itu menyebabkan sedikitnya 21 orang meninggal dunia dan sekitar 80 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban merupakan personel kepolisian yang berada di lokasi untuk menjalankan ibadah.

Serangan terjadi di tengah meningkatnya kekerasan bersenjata di wilayah barat laut Pakistan, khususnya kawasan yang berdekatan dengan perbatasan Afghanistan. Aparat keamanan Pakistan kemudian melakukan operasi untuk mengamankan kompleks kepolisian dan menghadapi para pelaku.

Ledakan Terjadi Saat Salat Jumat

Serangan bermula ketika sebuah kendaraan yang membawa bahan peledak menghantam bagian kompleks kepolisian di Kohat. Ledakan tersebut kemudian menyebabkan kerusakan pada area sekitar masjid dan bangunan yang berada di dalam kompleks.

Saat kejadian, sejumlah polisi dan anggota keluarga mereka tengah berada di masjid untuk melaksanakan salat Jumat. Kondisi tersebut membuat ledakan menimbulkan banyak korban dalam waktu singkat.

Menurut laporan Associated Press, serangan tersebut melibatkan sebuah bom kendaraan dan sejumlah pria bersenjata yang berusaha memasuki kompleks kepolisian. Bentrokan antara pelaku dan aparat keamanan kemudian berlangsung setelah ledakan terjadi.

Petugas penyelamat segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dari lokasi. Sejumlah korban yang mengalami luka-luka dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebagian Besar Korban Merupakan Polisi

Kompleks yang menjadi lokasi serangan merupakan area penting bagi kepolisian setempat. Di dalamnya terdapat sejumlah unit yang berkaitan dengan penanganan terorisme dan keamanan.

Laporan media Pakistan Dawn menyebutkan sedikitnya 15 dari 21 orang yang meninggal merupakan personel kepolisian. Beberapa pejabat dan petugas yang bertugas di wilayah tersebut juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan.

Kehadiran banyak anggota kepolisian di lokasi diduga menjadi salah satu faktor yang membuat kompleks tersebut menjadi sasaran. Namun, motif pasti serangan masih dalam penyelidikan aparat.

Selain korban meninggal, puluhan orang mengalami luka-luka akibat ledakan dan bentrokan yang terjadi setelahnya. Laporan awal menyebut sekitar 80 orang terluka, sementara laporan lanjutan dari media Pakistan menyebut jumlah korban luka telah melampaui 100 orang.

Perbedaan angka tersebut dapat terjadi karena proses pendataan korban masih berlangsung setelah serangan.

Tujuh Penyerang Terlibat

Aksi kekerasan tersebut tidak berhenti setelah ledakan pertama. Sejumlah pria bersenjata dilaporkan berusaha menyerbu kompleks kepolisian dan terlibat baku tembak dengan aparat keamanan.

Menurut laporan yang dikutip Associated Press, sedikitnya tujuh penyerang terlibat dalam serangan tersebut. Enam di antaranya dilaporkan tewas dalam operasi aparat keamanan.

Sementara itu, laporan Dawn menyebut para penyerang bergerak menuju beberapa fasilitas kepolisian setelah kendaraan bermuatan bahan peledak meledak. Aparat kemudian melakukan penyisiran untuk memastikan seluruh area kompleks berada dalam kondisi aman.

Situasi di lokasi berlangsung cukup lama karena aparat harus mengantisipasi kemungkinan masih adanya pelaku atau bahan peledak lainnya.

Serangan Terjadi di Tengah Meningkatnya Kekerasan

Ledakan di Kohat terjadi ketika Pakistan menghadapi peningkatan serangan kelompok bersenjata di wilayah barat laut negara tersebut.

Kawasan Khyber Pakhtunkhwa yang berbatasan dengan Afghanistan selama bertahun-tahun menjadi salah satu wilayah yang menghadapi persoalan keamanan. Kelompok bersenjata, termasuk kelompok yang memiliki hubungan dengan Taliban Pakistan atau Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kerap menjadi perhatian aparat keamanan.

Dalam serangan terbaru di Kohat, belum ada kelompok yang langsung mengaku bertanggung jawab menurut laporan Associated Press. Kecurigaan terhadap TTP muncul karena kelompok tersebut diketahui aktif melakukan serangan terhadap aparat keamanan Pakistan, tetapi tuduhan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai konfirmasi keterlibatan tanpa bukti lebih lanjut.

Reuters juga melaporkan bahwa TTP sebelumnya membantah keterlibatan dalam serangan tersebut. Karena itu, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa yang berada di balik aksi kekerasan tersebut.

Hubungan Pakistan dan Afghanistan Kembali Disorot

Serangan di Kohat juga terjadi dalam situasi hubungan Pakistan dan Afghanistan yang masih menghadapi ketegangan terkait aktivitas kelompok bersenjata di kawasan perbatasan.

Pemerintah Pakistan selama ini menuduh adanya kelompok militan yang menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat berlindung untuk melakukan serangan terhadap Pakistan. Pemerintah Taliban di Afghanistan menolak tuduhan tersebut.

Kondisi ini membuat setiap serangan besar di wilayah Khyber Pakhtunkhwa berpotensi kembali memunculkan perdebatan mengenai keamanan perbatasan dan keberadaan kelompok bersenjata.

Sejumlah negara juga berupaya mendorong penyelesaian melalui jalur diplomatik. Associated Press melaporkan bahwa Turki, Qatar, dan China telah terlibat dalam upaya membantu meredakan ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan.

Namun, serangan terbaru menunjukkan bahwa persoalan keamanan di kawasan tersebut masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah Pakistan.

Pemerintah Pakistan Kecam Serangan

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam serangan tersebut dan meminta proses penyelamatan serta penanganan korban dilakukan secepat mungkin. Pemerintah juga menyatakan dukungan kepada keluarga korban dan aparat yang terdampak.

Serangan terhadap fasilitas kepolisian menjadi perhatian khusus karena aparat keamanan merupakan pihak yang berada di garis depan dalam menghadapi kelompok bersenjata.

Di sisi lain, tim medis dan penyelamat terus menangani korban yang mengalami luka-luka. Rumah sakit di wilayah Kohat menerima sejumlah korban setelah mereka dievakuasi dari lokasi kejadian.

Kerusakan pada bangunan akibat ledakan juga membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati. Petugas keamanan terlebih dahulu memastikan area tersebut tidak lagi mengandung ancaman sebelum proses penyisiran dan penyelamatan dilakukan secara menyeluruh.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga laporan terbaru, penyelidikan mengenai dalang dan motif serangan masih berlangsung. Aparat keamanan juga masih mengumpulkan informasi terkait rangkaian aksi, mulai dari ledakan kendaraan hingga baku tembak di dalam kompleks.

Belum adanya klaim tanggung jawab yang konsisten membuat pihak berwenang perlu melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang beredar.

Serangan ini sekaligus menjadi pengingat mengenai tantangan keamanan yang masih dihadapi Pakistan, terutama di wilayah barat laut. Keberadaan fasilitas kepolisian, unit antiterorisme, dan aparat keamanan di kawasan tersebut menjadikannya salah satu titik yang mendapat perhatian kelompok bersenjata.

Bagi masyarakat Kohat, serangan terhadap masjid ketika salat Jumat berlangsung menambah duka di tengah situasi keamanan yang sudah tidak mudah. Puluhan keluarga kini harus menghadapi kehilangan anggota keluarga maupun proses pemulihan bagi mereka yang terluka.

Pihak berwenang Pakistan masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian serangan terungkap dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab. Sementara itu, aparat keamanan tetap melakukan pengamanan di sekitar lokasi untuk mencegah kemungkinan serangan lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *