Berita ViralBlogKesehatan

Kasus Pemerkosaan di Mumbai Terungkap Lewat Tes DNA

Beritadunia.id — MUMBAI — Kepolisian Mumbai mengungkap kasus pemerkosaan yang mengejutkan publik setelah hasil tes DNA memastikan ayah kandung korban sebagai pelaku utama. Fakta itu terungkap setelah polisi memeriksa DNA dari 17 pria yang diduga terlibat.

Kasus ini bermula ketika seorang perempuan berusia 20 tahun mendatangi rumah sakit dengan keluhan sakit perut. Dokter menemukan korban tengah hamil sekitar lima bulan. Temuan tersebut langsung memicu penyelidikan intensif dari aparat kepolisian.

Korban diketahui memiliki disabilitas ganda. Ia tidak bisa mendengar dan tidak dapat berbicara. Kondisi ini membuat korban sangat rentan terhadap kekerasan seksual dan eksploitasi.

Awal Terungkapnya Kasus

Pihak rumah sakit melaporkan temuan kehamilan itu kepada polisi setempat. Tim penyidik kemudian mendatangi rumah korban untuk menggali informasi awal. Keluarga korban mengaku terkejut dan tidak mengetahui adanya kehamilan tersebut.

Polisi segera membuka penyelidikan resmi. Mereka mengumpulkan data lingkungan, aktivitas harian korban, serta orang-orang yang sering berinteraksi dengannya. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit daftar terduga pelaku.

Pemeriksaan DNA terhadap 17 Pria

Dalam proses penyelidikan, polisi mengidentifikasi 17 pria yang berpotensi terkait dengan korban. Para pria tersebut berasal dari lingkungan sekitar, kerabat, hingga anggota keluarga sendiri.

Penyidik mengambil sampel DNA dari seluruh terduga. Mereka juga mengamankan sampel DNA janin dari hasil pemeriksaan medis. Laboratorium forensik kemudian membandingkan seluruh profil genetik.

Hasil pemeriksaan forensik keluar beberapa pekan kemudian. Dari seluruh sampel, hanya satu DNA yang cocok dengan DNA janin.

Ayah Kandung Ditetapkan sebagai Tersangka

Tes DNA memastikan kecocokan penuh dengan ayah kandung korban. Polisi langsung menetapkan pria tersebut sebagai tersangka utama. Petugas menangkapnya tanpa perlawanan.

Kepolisian menyatakan bukti DNA memiliki tingkat akurasi sangat tinggi. Hasil itu memperkuat dugaan bahwa pemerkosaan terjadi di dalam lingkungan keluarga sendiri.

Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas karena pelaku berasal dari orang terdekat korban. Aparat menilai tindakan tersebut sebagai kejahatan serius dan kejam.

Kesulitan Menggali Keterangan Korban

Proses penyidikan menghadapi tantangan besar. Korban tidak dapat memberikan keterangan secara verbal. Untuk itu, polisi bekerja sama dengan pendamping sosial dan ahli komunikasi khusus.

Petugas menggunakan media gambar dan alat bantu visual. Metode tersebut membantu korban menunjukkan kejadian yang dialaminya. Pendekatan ini memungkinkan penyidik memahami situasi korban secara lebih jelas.

Melalui proses tersebut, korban juga mengisyaratkan adanya dua pria lain yang diduga terlibat. Polisi kemudian mengamankan keduanya untuk pemeriksaan lanjutan.

Dugaan Rentang Waktu Kejadian

Hasil penyelidikan awal menunjukkan pemerkosaan diduga terjadi dalam kurun beberapa bulan. Polisi memperkirakan peristiwa itu berlangsung antara Maret hingga September tahun lalu.

Penyidik menduga pelaku memanfaatkan kondisi korban yang tidak mampu melawan maupun melapor. Situasi ini membuat kejahatan berlangsung tanpa terdeteksi dalam waktu lama.

Langkah Hukum yang Ditempuh Polisi

Kepolisian Mumbai menjerat tersangka dengan pasal pemerkosaan dan kekerasan seksual terhadap penyandang disabilitas. Ancaman hukuman dalam kasus ini tergolong berat.

Penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Polisi juga menunggu hasil pemeriksaan tambahan untuk memperkuat berkas perkara.

Selain itu, aparat memastikan korban mendapatkan perlindungan penuh. Pemerintah daerah menyiapkan pendampingan psikologis dan medis bagi korban.

Reaksi Publik dan Pemerhati HAM

Kasus ini menuai reaksi keras dari masyarakat. Banyak pihak mengecam lemahnya perlindungan terhadap penyandang disabilitas di lingkungan keluarga.

Aktivis hak asasi manusia menilai kasus ini sebagai peringatan serius. Mereka menuntut sistem pengawasan yang lebih ketat terhadap kelompok rentan.

Para pemerhati juga mendorong aparat untuk meningkatkan sensitivitas dalam menangani korban disabilitas. Mereka menekankan pentingnya akses pelaporan yang ramah dan aman.

Pentingnya Peran Forensik Modern

Kasus ini menunjukkan peran krusial teknologi forensik dalam penegakan hukum. Tanpa tes DNA, polisi akan kesulitan mengungkap pelaku sebenarnya.

Bukti ilmiah memberikan kepastian hukum dan mempercepat proses penyelidikan. Teknologi tersebut juga mencegah kesalahan penetapan tersangka.

Kesimpulan

Kasus pemerkosaan di Mumbai ini mengungkap sisi kelam kekerasan dalam keluarga. Dari 17 pria yang diperiksa, tes DNA membuktikan ayah kandung korban sebagai pelaku utama.

Peristiwa ini menegaskan pentingnya perlindungan terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, kasus ini memperlihatkan betapa pentingnya pendekatan profesional, empatik, dan berbasis bukti dalam penegakan hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *