Mobil Ugal-Ugalan di Jakarta Pusat: Kronologi, Penangkapan, dan Fakta Lengkap
beritadunia.id โย Jakarta โ Insiden mobil ugal-ugalan yang terjadi di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, menarik perhatian publik dan viral di media sosial pada akhir Februari 2026. Seorang pengemudi Toyota Calya berinisial HM (24) ditangkap oleh aparat kepolisian setelah melakukan aksi membahayakan di tengah padatnya lalu lintas ibu kota. Aksinya menjadi perbincangan setelah video penangkapan tersebar luas, menampilkan pengemudi yang tampak terdiam saat diamankan, sementara penumpangnya terlihat santai.
Kejadian Ugal-Ugalan di Jalan Gunung Sahari
Peristiwa bermula pada sore hari Rabu, 25 Februari 2026, saat anggota polisi yang sedang melakukan tugas pengaturan lalu lintas melihat sebuah mobil Toyota Calya hitam melaju dengan cara tidak wajar di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar. Kendaraan itu berjalan secara lawan arah dan ugal-ugalan, sehingga mengancam keselamatan pengendara lain dan pengguna jalan.
Petugas mencoba menghentikan mobil tersebut. Namun, pengemudi tidak memperlambat laju kendaraan, malah tancap gas dan mencoba melarikan diri dari kejaran. Aksi itu berlangsung di tengah kepadatan arus sore hari yang biasanya tinggi di kawasan tersebut, membuat potensi bahaya bertambah besar.
Insiden Pengendara dan Massa
Saat melarikan diri, mobil yang dikemudikan HM beberapa kali hampir menabrak kendaraan lain. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian bereaksi keras. Massa yang marah mengepung mobil tersebut dan bahkan melempari serta memukul bodi kendaraan, sebagai bentuk protes atas perilaku pengemudi yang dinilai membahayakan.
Salah satu warga, Frangky (58), menyatakan bahwa massa hampir menarik pengemudi dan penumpang keluar mobil sebelum polisi datang. Ia bersama beberapa warga lain berupaya mencegah tindakan kekerasan dan melindungi keselamatan semua pihak.
Situasi Penangkapan yang Viral
Rekaman penangkapan menunjukkan HM berada dalam kondisi diam dan tidak banyak bicara ketika polisi mengamankannya. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengatakan bahwa HM tampak seperti terkejut atau โbengongโ saat petugas menghentikannya.
Sementara itu, penumpang wanita di kursi depan tampak santai, bahkan asyik menggunakan ponsel di tengah keramaian. Kondisi ini mengejutkan saksi mata karena suasana di lokasi saat itu ramai dan penuh ketegangan.
Fakta Temuan Polisi
Setelah HM ditangkap, polisi melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Kendaraan. Beberapa fakta yang ditemukan terungkap sebagai berikut:
- Polisi menemukan empat pasang pelat nomor kendaraan (TNKB) berbeda di dalam mobil, termasuk satu yang sedang terpasang saat kejadian.
- Tim menemukan senjata tajam seperti golok dan badik, serta sebuah replika senjata api yang menyerupai senjata mainan di dalam kendaraan.
- Hasil tes urine terhadap HM menunjukkan negatif narkoba, artinya ia dinyatakan tidak menggunakan zat adiktif saat kejadian.
Penemuan pelat nomor palsu serta benda-benda tersebut menimbulkan dugaan bahwa pelaku mungkin memiliki motif lain untuk melarikan diri dari petugas selain sekadar pelanggaran lalu lintas. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih mendalam terkait temuan tersebut.
Penetapan Tersangka dan Pasal yang Dikenakan
HM kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan berkendara ugal-ugalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Polisi menjeratnya dengan Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Pasal tersebut mengatur tentang pengendara yang berkendara dengan cara yang membahayakan keselamatan orang lain.
Ancaman hukum untuk pelanggaran tersebut bisa mencapai 4 tahun penjara, tergantung fakta hukum yang muncul selama proses penyidikan dan persidangan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski mobil sempat menabrak sejumlah kendaraan, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, beberapa kendaraan mengalami kerusakan dan terjadi juga luka-luka ringan pada sejumlah pengendara yang nyaris terlibat insiden.
Penanganan kejadian ini dilakukan cepat oleh pihak kepolisian, sehingga potensi bentrok massa maupun kecelakaan susulan dapat dicegah. Respons polisi di lapangan mendapat apresiasi warga yang ingin kejadian serupa tidak terulang.
Penumpang dan Identitas
Penumpang wanita yang ikut dalam mobil Toyota Calya sempat diperiksa polisi. Namun, pihak berwenang belum memastikan identitas lengkapnya pada awal penyidikan. Kepolisian menyatakan bahwa keterangan telah diambil sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Sementara itu, identitas lengkap dan motif perilaku HM masih terus didalami oleh penyidik, termasuk kemungkinan keterlibatan kasus lain terkait pelat nomor palsu dan benda-benda yang ditemukan di dalam mobil.
Dampak Sosial Kejadian Ini
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengendara di Jakarta dan wilayah lain. Aksi berkendara ugal-ugalan tidak hanya membahayakan diri sendiri tetapi juga orang lain di jalan raya. Kejadian tersebut menuai komentar luas di media sosial dan media berita, sebagian besar mengecam tindakan pengemudi serta mendukung langkah tegas aparat penegak hukum.
Polisi berharap agar kasus tersebut menjadi pelajaran bahwa pelanggaran lalu lintas serius dapat berujung pada proses hukum berat. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, taat aturan, dan menghormati hak keselamatan pengguna jalan lain.
Kesimpulan
Kasus pemobil ugal-ugalan di Jakarta Pusat menunjukkan bagaimana satu perilaku sembrono dapat mengancam keselamatan publik. Aksi nekat HM berakhir dengan penangkapan polisi, penetapan tersangka, dan penemuan sejumlah bukti penting yang kini tengah diselidiki. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama di kawasan kota besar seperti Jakarta.
